Jakarta, TopBusiness – PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) atau Adira Finance siap menjaga agar tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Finance (NPF) tahun ini tidak melonjak tajam seiring masih adanya risiko besar akibat pandemi covid-19.
Manajemen berupaya menjaga NPF berada di bawah 2,5 persen di sepanjang 2021. Pada 2020, NPF Adira Finance tercatat 1,9 persen atau lebih rendah ketimbang industri pembiayaan sekitar 4,0 persen.
Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli mengaku memiliki dua jurus untuk menjaga gerak NPF. Pertama, underwriting yaitu waktu memberikan pembiayaan maka akan dilakukan secara cermat dan jeli melihat konsumen mana yang baik, dalam artian mampu mengembalikan kewajibannya. Kedua, monitoring terhadap kemampuan membayar konsumen.
“Jadi diingatkan. Kalau orang berutang kan suka lupa maka kita selalu mengingatkan agar melakukan pembayaran. Dua hal itu yang penting untuk menjaga NPF kami,” tuturnya kepada media seperti dikutip, Selasa (23/2/2021).
Adira Finance juga menargetkan penyaluran pembiayaan bisa tumbuh sekitar 20 hingga 24 persen. Pertumbuhan tersebut akan merata di seluruh segmen. “Pertumbuhan (penyaluran pembiayaan) baik dari mobil baru maupun bekas kurang lebih tidak jauh berbeda kenaikannya,” tutur dia.
