
Jakarta-Thebusinessnews. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai , ketidakpastian wacana reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo akan memicu perubahan perilaku investor pasar modal untuk mencari posisi aman di tengah tren penurunan Indeks Harga Saham Gabungan.Seperti diketahui Indek Harga saham Gabungan (IHSG ) menyentuh level 4499 atau turun 122 point.
Terkait hal itu, Direktur PT Bursa Efek Indonesia, Samsul Hidayat menyatakan dalam situasi perlambatan ekonomi dan isu perombakan tim ekonomi di Kabinet kerja banyak investor yang mencari cara untuk mengamankan portofolio investasinya.
Sembari menambahkan, pelemahan laju IHSG lebih besar dipengaruhi oleh sentimen negatif dari kondisi perekonomian global. “Secara fundamental, perusahaan kita tidak begitu ada masalah,” ujar dia di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2015.
Memang Ia akui, ada beberapa laporan keuangan emiten di Kuartal II-2015, menunjukkan kinerja yang kurang prima. “Tetapi, secara fundamental bagus. Artinya, emiten kita tidak ada persoalan secara fundamental,” ujar Samsul.
Dia mengungkapkan, karena industri pasar modal domestik merupakan bagian dari perekonomian dunia, maka berbagai sentimen global turut memberi pengaruh ke dalam negeri.
Terutama, lanjut Samsul, kondisi tersebut akan mempengaruhi sikap investor asing dalam memutuskan untuk membeli atau menjual saham di bursa saham Indonesia.
“Kami belum tahu yang menggerakan (IHSG) hari ini siapa. Mungkin nanti kami akan cek nanti sore. Problem perdagangannya bagaimana,” Ucap Samsul. (AZ)