
Jakarta-Thebusinessnews. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo resmi merombak anggota Kabinet kerjanya sore ini. Dua jajaran menteri di bidang perekonomi juga terkena pergantian yakni dengan masuknya Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dan Thomas Lembong sebagai Menteri Perdagangan.
Namum Bagi investor pasar modal perombakann cabinet itu justru tidak ditanggapi positive. Hal itu telihat dari turunya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ke level 4.497 atau turun 143 point. Menurut Analis pasar modal dari Pefindo, Guntur Tri Hariyanto gejala itu karena perombakan Kabinet tidak di hiraukan investor karena mata uang Tiongkok Yuan terdevaluasi 4 persen selama dua hari berturut turut.
“Sehingga memberikan tekanan yang besar kepada pasar keuangan sehingga investor mengurangi kepemilikan atas aset berisiko seperti saham dan komoditas. “ Terang dia Kepada Thebusinessnews, sore ini, Rabu, 12 Agustus 2015.
Di samping itu, personal yang masuk ke jajaran bidang ekonomi Kabinet Kerja juga tidak terlalu istimewa bagi pasar. “ mereka tidak terlalu memberikan wow efek “ ujarnya. Dengan kata lain, investor tidak terlalu berharap pada perubahan Kabinet.
Walaupun ia akui dengan masuknya Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Perekonomian masih memberikan harapan, tetapi secara umum ekspektasi investor tidak terlalu banyak. Dan investor tengah menunggu gebrakan gebrakan yang akan dilakukan mereka dalam menghadapi tekanan global. (AZ)