Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan pelemahannya. Secara teknikal masih terlihat adanya pola downward bar, dan dari fundamental banyak sentiment yang mengganggu Indeks.
Menurut analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup terkoreksi wajar 0.87% di level 6301.13. Dan untuk perdagangan hari ini, berdasarkan indikator, MACD, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan sinyal netral.
“Namun sayangnya, masih terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG,” demikian disebutkan Nafan dalam Binaartha Technical Research, di Jakarta, Selasa (23/3/2021).
Dengan kondisi seperti itu, berdasarkan rasio fibonacci, untuk level support maupun resistance minimum IHSG diproyeksi akan berada pada rentang 6254.33 hingga 6345.93.
Berikut, sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor untuk perdagang hari ini, antara lain:
– ASII, dengan daily (5575). RoE: 8.27%; PER: 13.91x; EPS: 399.11; PBV: 1.15x; Beta: 0.81. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 5500 – 5600, dengan target harga secara bertahap di level 5700, 5800, 6600, 6650 dan 7775. Support: 5400 & 5000.
– BBNI, dengan daily (6100). RoE: 2.91%; PER: 34.54x; EPS: 177.32; PBV: 1.00x; Beta: 1.99. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area 6000 – 6100, dengan target harga di level 6300, 6500, 6725 dan 7950. Support: 5875.
– BBTN, dengan daily (1890). RoE: 8.02%; PER: 12.68x; EPS: 152.61; PBV: 1.01x; Beta: 2.37. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area 1870 – 1890, dengan target harga secara bertahap di level 2000, 2250, 2500 dan 2860. Support: 1810.
– ERAA, dengan daily (2680). RoE: 7.22%; PER: 22.12x; EPS: 122.96; PBV: 1.59x; Beta: 1.76. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area 2650 – 2680, dengan target harga secara bertahap di level 2780, 2840, 2990 dan 3130. Support: 2550.
– EXCL, dengan daily (2160). RoE: 1.94%; PER: 63.63x; EPS: 34.73; PBV: 1.24x; Beta: 1. PergPergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 2140 – 2160, dengan target harga secara bertahap di 2280, 2640, 3000 dan 3360. Support: 2090.
– IPCC, dengan daily (620). RoE: -4.27%; PER: -25.78x; EPS: -24.24; PBV: 1.11x; Beta: N/A. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area 600 – 620, dengan target harga secara bertahap di level 665, 710, 820 dan 1000. Support: 570 & 530.
FOTO: TopBusiness
