Jakarta, TopBusiness – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau Bank BSI terus mendukung industri halal di Indonesia yang memiliki potensi sangat besar. Untuk itu, salah satu caranya dengan fokus ke pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan layanan digital.
Hal ini disampaikan dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan Jawa Timur, seperti dikutip Selasa (30/3/2021). Dalam acara ini hadir, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah; Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso; dan Direktur Utama BSI, Hery Gunardi.
Hery menegaskan, BSI siap mendukung pengembangan ekonomi di berbagai segmen, baik korporasi, komersial, usaha kecil dan menengah, usaha mikro, konsumer dan pesantren. Hal ini ditunjang dengan layanan prima, jaringan luas, akselerasi digital dan diversifikasi produk yang beragam.
“Sebagai bank terbesar ketujuh di Indonesia, semakin memperkuat posisi BSI dalam memberikan dukungan terhadap industri halal,” tegas Hery Gunardi.
Sebagai one stop sharia service solution, BSI memiliki lebih dari 1.300 cabang dan lebih dari 1.700 ATM di seluruh Indonesia dengan akses lebih luas melalui pembukaan rekening secara online melalui Mobile Banking BSI.
Sampai Februari 2021, penyaluran pembiayaan BSI di sektor UMKM sebesar Rp35,3 triliun. Pertumbuhan transaksi secara year on year (yoy) BSI mobile sebesar 77,24% dengan nilai volume per 28 Februari 2021 sebesar Rp11 triliun.
Berdasarkan riset dari State of the Global Islamic Economy Report, industri halal menyimpan potensi besar yaitu sebesar lebih dari Rp4.000 triliun. Potensi industri halal ini terdiri dari halal food, fashion, media, tourism, pharmacy, cosmetics dan kegiatan ibadah umrah.
Dengan dukungan Pemerintah dan regulator, tandas Hery, industri perbankan syariah ke depannya diharapkan tumbuh secara eksponensial, sehingga meningkatkan perekonomian Indonesia.
FOTO: Istimewa
