TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RUPSLB Summarecon Setuju Suntik Modal Lewat Rights Issue

Busthomi
1 April 2021 | 17:07
rubrik: Capital Market
RUPSLB Summarecon Setuju Suntik Modal Lewat Rights Issue

Jakarta, TopBusiness – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) hari ini menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Jakarta. Agenda utamanya adalah persetujuan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau “rights issue”.

Adapun rights issue yang akan diterbitkan perseroan adalah sebanyak-banyaknya 3.606.695.420 saham atau setara 25% dari modal disetor perseroan, dengan nilai nominal sebesar Rp100 (seratus rupiah) per lembar saham.

“Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, pembayaran utang serta modal kerja untuk mempercepat pengembangan usaha Perseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak perusahaan,” ungkap Adrianto P. Adhi, Presiden Direktur Summarecon, usai RUPSLB, Kamis (1/4/2021).

“Diharapkan dengan aksi korporasi ini, kinerja dan daya saing perusahaan akan semakin meningkat,” lanjut dia.

Sejalan dengan misi perusahaan, Summarecon yang memiliki pengalaman selama 45 tahun di dunia properti, secara terus menerus melakukan pengembangan usaha guna memberikan nilai yang optimal bagi seluruh stakeholder.

Perseroan pun saat ini telah melakukan pengembangan kota terpadu di beberapa kawasan, seperti Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, dan Bogor. Berbekal pengalaman dan perencanaan yang baik, Perseroan akan terus berkarya, membangun dan mengembangkan proyek-proyek baru yang lebih inovatif.

Sejauh ini, kinerja Summarecon ditopang oleh unit bisnisnya. Beberapa unit bisnis tersebut adalah, unit bisnis pengembangan property, unit bisnis investasi dan manajemen property, serta unit bisnis rekreasi dan hospitality.

PT Summarecon Agung Tbk menggelar RUPSLB, hari ini. Tampak dari kiri ke kanan Herman Nagaria – Direktur, Soegianto Nagaria – Direktur, Adrianto P. Adhi – Presiden Direktur, Lidya Tjio – Direktur, Lexy A. Tumiwa – Komisaris. (FOTO: Istimewa)

Kinerja Perseroan

BACA JUGA:   Summarecon Mall Kelapa Gading Gelar Mubarak Celebration hingga 23 Mei

Untuk unit bisnis pengembangan property, kata dia, unit bisnis ini membangun berbagai proyek properti untuk dijual, seperti rumah, apartemen, kavling , dan bangunan komersial (ruko). Proyek-proyek properti ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan kota terpadu (township) untuk menjadi sebuah kawasan pemukiman dan komersial, lengkap dengan berbagai fasilitas yang diperlukan termasuk fasilitas pendidikan, olah raga, sarana ibadah dan fasilitas kesehatan.

Saat ini, Summarecon telah mengembangkan 7 proyek pembangunan kota terpadu yaitu kawasan Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Emerald Karawang, Summarecon Mutiara Makassar dan Summarecon Bogor

Untuk unit bisnis investasi dan manajemen property, Summarecon juga telah membangun beberapa proyek properti untuk dikelola dan disewakan, khususnya pusat perbelanjaan. Adanya pendapatan sewa dari pusat-pusat perbelanjaan dan properti lainnya ini memberikan pendapatan yang berkelanjutan bagi Summarecon.

“Saat ini Perseroan mengoperasikan tiga pusat perbelanjaan yaitu Summarecon Mall Kelapa Gading, Summarecon Mall Serpong, dan Summarecon Mall Bekasi dengan luas gross floor area (GFA) keseluruhan mencapai sekitar kurang lebih 300.000 m2,” katanya.

Selanjutnya, untuk unit bisnis rekreasi dan hospitality merupakan merupakan proyek-proyek properti yang bersifat fasilitas pelengkap yang penting sekaligus mendatangkan pendapatan bagi perseroan, yaitu: Klub Kelapa Gading, The Springs Club, Summarecon Serpong, Harris Hotel Kelapa Gading, POP! Hotel Kelapa Gading, Harris Hotel Bekasi, Movenpick Resort & Spa, Jimbaran Bali, dan Rumah Sakit St. Carolus, Summarecon Serpong.

“Di tengah kondisi ekonomi nasional dan global yang sangat menantang akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, Summarecon tetap produktif dan mencetak marketing sales yang cukup baik. Pada tahun 2020, Summarecon berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp 3,3 triliun,” terangnya.

BACA JUGA:   Rekomendasi Saham dan Prediksi IHSG Hari Ini

Adapun untuk proyeksi tahun 2021, Perseroan optimis akan lebih baik, terutama dengan adanya program vaksin Covid19 serta dukungan regulasi dari Pemerintah, seperti pelonggaran rasio LTV property dan pencairan KPR inden hingga 100%, serta PPN (Pajak Pertambahan Nilai) untuk properti yang ditanggung Pemerintah.

“Dengan demikian diharapkan kinerja Perseroan di masa mendatang akan semakin baik, seiring dengan berkembangnya skala usaha, melalui pengembangan produk-produknya yang inovatif dan berkualitas, sehingga akan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi seluruh stakeholder,” pungkas Adrianto.

FOTO: Kiri ke kanan, Herman Nagaria – Direktur, Adrianto P. Adhi – Presiden Direktur, Lidya Tjio – Direktur, Lexy A. Tumiwa – Komisaris, Soegianto Nagaria – Direktur. (Istimewa)

Tags: rights issueRUPSLBSummarecon Agung
Previous Post

Perbanas dan IBI: Vaksinasi Ini untuk Melindungi Jantungnya Perekonomian

Next Post

FOTO – Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR