Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan Selasa (13/04/2021) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan kembali menguat atau rebound.
Dalam laman samuel.co.id, melalui laporan riset harian di Jakarta, memperlihatkan bahwa bursa Amerika ditutup di zona merah semalam. Dow Jones turun 0,16%, diikuti oleh S&P 500 (0,02%) dan Nasdaq (0,36%). Pelaku pasar rupanya memilih menunggu rilis data ekonomi dan laporan keuangan 1Q21 dari beberapa perusahaan, termasuk Goldman Sachs dan JP Morgan.
Sementara itu, beberapa bursa utama Asia ditutup beragam kemarin. Nikkei (-0,8%), Hang Seng (-1%), dan Shanghai (-1,1%) semuanya melemah, sementara Kospi (+ 0,1%) naik. IHSG melemah -2% menjadi 5.948,6, sedangkan indeks LQ-45 bahkan turun lebih dalam (-2,6%).
Penjualan bersih asing di pasar reguler tercatat Rp 520,9 miliar. Indeks EIDO juga menurun (-2,54%). Data penjualan ritel Indonesia untuk Feb-21 menunjukkan penurunan sebesar -18,1 yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (Jan-21: -16,4% yoy).
Beberapa sentimen yang mungkin perlu diperhatikan, antara lain, pergerakan beberapa harga komoditas: Brent naik 0,5%, disusul batubara (ICE) (0,8%), sedangkan nikel (-2,85%) dan CPO (-2,3%) melemah. Yield Treasury AS 10Y sedikit meningkat menjadi 1,69% (vs 1,67% pada hari Jumat (4/9)). Ada lonjakan kasus COVID-19 di India, dan sekarang India memiliki jumlah kasus COVID-19 tertinggi kedua yang tercatat, menggantikan Brasil.
Malam ini, data inflasi AS untuk bulan Maret dijadwalkan akan dirilis (konsensus: + 2.5% yoy dan + 0.5% mom, sebelumnya: + 1.7% yoy dan + 0.4% mom). Mengenai inflasi inti AS, konsensus mengharapkannya mencapai + 1,5% yoy dan + 0,2% ibu (sebelumnya: 1,3% yoy dan 0,2% ibu)
Sebanyak 4.829 kasus COVID-19 baru diumumkan pada hari Senin (+ 17% setiap hari) dengan 5.289 pasien pulih (tingkat pemulihan 90,3%). Sejauh ini, Indonesia mencatat 1,57 juta kasus COVID-19. Update vaksinasi: 10,26 juta orang di Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 (+216,216 setiap hari) atau setara dengan 5,7% dari target. Sementara itu, 5,3 juta orang telah menerima dosis kedua (+210,749 setiap hari).
“Pasca penurunan tajam kemarin, kami perkirakan IHSG akan rebound, namun sikap wait and see investor yang memilih menunggu inflasi AS diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
