Jakarta-Thebusinessnews. Dalam 8 bulan belakangan ini PT Bank Mandiri Tbk telah menyetujui pemberian penyaluran kredit disektor infrastruktur sebesar Rp 20 triliun. Sayangnya penarikan dana kredit itu masih terkendala persoalan adminstrasi dan ketakutan jeratan hukum.
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk ( BMRI ), Budi G Sadikin menyatakan hingga saat ini total portofolio kredit infrastrukturnya mencapaiu Rp 90 triliun. Dan pada tahun ini saja, pihaknya telah menyetujui penyaluran kredit infrastruktur sebesar Rp 20 triliun.
Namum penarikan kredit itu masih tergantung perkembangan proyek tersebut.”Misalnya kalau yang baru bersih bersih lahannya hanya bisa menarik 5-10 persen dari total kredit yang disetujui.” terang dia di Jakarta,Senin, 7 September 2015.
Ia meminta kepada debitur yang telah disetujui permohonan kredit untuk segera melaksanakan proyeknya. Namum ia mensinyalir dari berapa debiturnya ketakutan untuk menarik dana kredit karena khawatir terkena kasus hukum. “ kita sudah setujui kredit Belawan, kuala tanjung, perluasan Newport Makassar , Bandara semarang dan Yogyakarta, Tol Solo Ngawi Kertosono Cuma bagaimana eksekusinya, “ ujar dia
Lebih rincinya, PT PLN telah mendapat persetujuan kredit dari BMRI namum belum mencairkan karena khawatir di kemudian dari terjerat masalah hukum.” Mereka takut juga sebab banyak sekali pengurus BUMN yang masuk penjara. “ terang dia. (AZ)