TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Pengolahan Berkontribusi dalam Capaian Nilai Ekspor

Agus Haryanto
16 April 2021 | 14:03
rubrik: Ekonomi
Industri Pengolahan Berkontribusi dalam Capaian Nilai Ekspor

Jakarta, TopBusiness – Industri pengolahan masih konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional. Artinya, meskipun di tengah terpaan dampak pandemi Covid-19, sektor manufaktur di tanah air tetap agresif menembus pasar internasional.

“Untuk industri pengolahan, pada Januari-Maret 2021, nilai ekspornya menyentuh USD 38,96 miliar atau tumbuh 18,06% dibanding periode yang sama di tahun lalu. Sektor manufaktur ini menjadi kontributor terbesar pada nilai ekspor nasional, yakni sebesar 79,66%,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, Jumat (16/4).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Januari-Maret 2021, total nilai ekspor nasional sebesar USD 48,90 miliar atau naik 17,11% dibanding periode yang sama tahun lalu, yang mencapai USD 41,76 miliar. Sementara itu, ekspor nonmigas menyumbang hingga 94,58% atau USD 46,25 miliar dari total ekspor nasional sepanjang triwulan I tahun 2021.

Menperin menjelaskan, perbaikan kinerja sektor industri di tengah masa pandemi ini, terasa sejak awal tahun hingga bulan Maret. Indikasi tersebut tercemin misalnya dari capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2021 yang berada di level 53,2. Peningkatan PMI manufaktur Maret 2021 menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. “Kita belum pernah capai angka itu sebelumnya. Jadi, sangat wajar kalau hasil ini juga tercermin ke kinerja ekspor dan impor industri pengolahan,” tuturnya.

Pada Januari-Maret 2021, neraca perdagangan mengalami surplus sebesar USD 5,52 miliar.

Foto: kemenperin.go.id

BACA JUGA:   Pandemi Jadi Momentum Kebijakan Transformasi Ekonomi
Previous Post

Koperasi di Pesantren Dinilai Potensial Bangun Jaringan Ritel Modern

Next Post

Di IIMS 2021, BRIS Tawarkan Promo Pembiayaan Otomotif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR