Jakarta, TopBusiness – PT Astra International Tbk (ASII) atau Astra telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2021 (RUPST). Banyak agenda penting yang disekapati para pemegang saham. Salah satunya kebijakan pembagian dividen tunai.
RUPST yang digelar Kamis (22/4/2021) itu, dalam mata acara ketiga menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang sebesar Rp16,16 triliun adalah digunakan dalam dua hal.
Pertama, sebesar Rp4,61 atau Rp114,- setiap saham dibagikan sebagai dividen tunai, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp27,- setiap saham atau seluruhnya setara berjumlah Rp1.09 triliun yang telah dibayarkan pada tanggal 27 Oktober 2020.
“Sehingga sisanya sebesar Rp87,- setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp3,52 triliun akan dibayarkan pada tanggal 25 Mei 2021 kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 4 Mei 2021 pukul 16:00 WIB,” kata Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan resmi yang diterima, dikutip Jumat (23/4/2021).
Selain itu, pemegang saham juga menerima pengunduran diri Mark Spencer Greenberg selaku Komisaris Perseroan. Dengan demikian, susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan berubah menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris Perseroan:
Presiden Komisaris: Prijono Sugiarto;
Komisaris Independen: Sri Indrastuti Hadiputranto;
Komisaris Independen: Rahmat Waluyanto;
Komisaris Independen: Apinont Suchewaboripont;
Komisaris: Anthony John Liddell Nightingale;
Komisaris: Benjamin William Keswick;
Komisaris: John Raymond Witt;
Komisaris: Stephen Patrick Gore;
Komisaris: Benjamin Birks; terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan RUPST 2023 Astra. Kecuali untuk John Raymond Witt dan Stephen Patrick Gore sampai dengan RUPST 2022 nanti.
Djony Bunarto Tjondro kembali menegasan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholders atas dukungan penuh yang telah diberikan. “Walaupun kinerja usaha Grup perlahan membaik pada beberapa bulan terakhir, prospek kinerja tahun ini masih dibayangi oleh ketidakpastian akibat dampak dari pandemi yang masih berlanjut,” pungkas dia.
FOTO: Istimewa
