TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ditopang Perdagangan Timah, Transaksi di BBJ hingga April Masih Positif

Busthomi
26 April 2021 | 15:45
rubrik: Capital Market
Genjot Kinerja, TINS Bakal Fokus Efisiensi

Jakarta, TopBusiness – Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX), memasuki minggu terakhir bulan April 2021, mencatat pencapaian volume transaksi yang baik meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19.

Salah satu produk unggulan JFX adalah perdagangan timah murni batangan. Di mana menjelang akhir April tahun 2021, JFX sebagai Bursa Timah mencapai 11.925 ton, dengan harga rata-rata selama 4 bulan di tahun ini mendekati US$ 29.000 / MT. Jika dirupiahkan devisa yang diperoleh dari perdagangan timah di JFX kurang lebih sebesar Rp4 triliun.

Hal ini patut dibanggakan, karena meskipun di tengah masa pandemi, JFX telah menunjukan perbaikan dan pertumbuhan dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan dan keselamatan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi bangsa.

Harga yang terbentuk dari perdagangan di Bursa Timah JFX, tentunya saat ini juga telah menjadi salah satu acuan yang patut diperhitungkan oleh LME dan KLTM. Hal ini seperti disampaikan dalam keterangan resmi BBJ yang diterima, Senin (26/4/2021).

Disebutkan Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama JFX, pada Maret 2021, Bursa Timah JFX juga telah meluncurkan perdagangan timah dalam negeri yang sudah berjalan selama 1 bulan dan terus menunjukan trend positif.

“Semua ini terjadi karena tingkat kepercayaan dan dukungan yang luar biasa dari para pelaku di pasar timah baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” katanya.

Selain pencapaian perdagangan timah yang ada di JFX, menjelang minggu terakhir di bulan ke-4 tahun ini, JFX telah mencatat pencapaian transaksi mendekati 2,5 juta lot dan terus diperkirakan akan mengalami pertumbuhan di tengah volatilitas harga komoditas, terutama komoditas emas.

Salah satu upaya untuk meningkatkan transaksi multilateral di JFX, pada 8 April 2021 yang lalu JFX telah menandatangani MoU bersama AEKI (Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia) untuk melakukan edukasi dan sosialisasi serta terus mengajak para pelaku dan investor untuk terus aktif dalam bertansaksi Multilateral di JFX.

BACA JUGA:   Direksi Baru BEI Akan Ubah Size Transaksi Perdagangan Bursa Lebih Ramping

Dalam waktu dekat ini, JFX akan meluncurkan kontrak kopi Robusta dan Arabika yang lebih menarik sebagai revitalisasi dari kontrak kopi yang sedang berjalan, dan akan diikuti oleh kontrak-kontrak komoditi lainnya.

“Kontrak kopi yang akan diluncurkan ini merupakan sebuah jawaban untuk memenuhi harapan para pelaku dan investor, dan kami optimis kontrak ini akan menjadi salah satu kontributor besar untuk pencapaian JFX di tahun 2021 ini,” terang dia.

Maka dari itu, pihak JFX terus mengajak para investor untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang mempunyai izin resmi dari Bappebti, serta lebih teliti dalam memilih perusahan pialang berjangka yang ada, khususnya yang menjadi Anggota BBJ.

FOTO: Istimewa

Tags: BBJbursa berjangkakomoditas timah
Previous Post

Kinerja 2020, Astra Life Capai Pertumbuhan Premi dan Tertanggung di Atas Rata-rata Industri

Next Post

IHSG Catat Pengurangan Poin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR