Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga akhir perdagangan Kamis (05/5/2021) diestimasikan kembali menguat.
Laporan riset harian tim Samuel Sekuritas Indonesia melalui website Samuel.co.id, di Jakarta, menyebut bahwa IHSG diproyeksi kembali menguat.
Bursa AS ditutup semalam. DJIA naik 0,29% ke level 34.230, diikuti S & P500 (+ 0,07%) sementara Nasdaq melemah 0,37%. DJIA menguat pasca rilis kinerja 1Q21 beberapa emiten yang menunjukkan perbaikan, serta optimisme pasar atas pertumbuhan ekonomi.
EIDO ditutup menguat 1,59% pada akhir perdagangan Rabu (5/5), diikuti IHSG yang naik 0,2% ke level 5.975 dengan BBRI, BBCA, dan DCII sebagai penggerak teratas teratas. Pembelian bersih di pasar reguler terpantau mencapai Rp 204,3 miliar. Saham yang mencatatkan nilai pembelian bersih tertinggi adalah BBCA (Rp 70,1 miliar), BBRI (Rp 69,9 miliar), dan TBIG (Rp 45,5 miliar) dengan penjualan bersih yang dicetak oleh BMRI (Rp 41,2 miliar), disusul TOWR (Rp 36,9 miliar) , dan MIKA (Rp 18,4 miliar).
Sepanjang minggu ini (Senin-Rabu), IHSG melemah 0,33% dengan total beli bersih satu pasar reguler mencapai Rp 486,3 miliar.
Sebanyak 5.285 kasus COVID-19 baru dilaporkan di Indonesia kemarin (Selasa: 4.369), dengan 5.943 pasien sembuh (Selasa: 5.658) dan 212 meninggal (Selasa: 188). Dengan tambahan kasus baru tersebut, jumlah total kasus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia telah mencapai 1.691.658 kasus dengan rasio kasus ditutup sebesar 94,2% per 5 Mei 2021 (4 Mei 2021: 94,1%).
Data PDB Indonesia untuk kuartal pertama 2021 laporan terkontraksi 0,74% yoy / 0,96% qoq, sedikit lebih tinggi dari perkiraan konsensus (-0.65% yoy / -0.85% qoq).
“Hari ini, IHSG kami perkirakan bahwa keadaan kembali dengan kuat masih kuatnya arus beli asing serta penguatan harga komoditas,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
