Jakarta, TopBusiness – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 di Jakarta. Karena di tengah pandemic Covid-19, RUPS melaksanakan prosedur pencegahan Covid-19 yang mengacu pada Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/lll/2020.
RUPST sendiri memiliki delapan agenda, dua di antaranya adalah penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk Tahun Buku 2020 dan perubahan pengurus perseroan dan/atau perubahan nomenklatur jabatan.
Untuk jajaran Dewan Komisaris tidak mengalami perubahan, sedangkan untuk jajaran direksi memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Djaka Nugraha sebagai Direktur QHSE, serta mengubah nomenklatur jabatan Direktur QHSE menjadi Direktur QHSE dan Pemasaran sekaligus mengangkat Yulianto sebagai Direktur QHSE dan Pemasaran.
Sehingga, dengan persetujuan RUPST hari ini, susunan Dewan Komisaris WEGE menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
– Komisaris Utama: Sugeng Rochadi
– Komisaris: Ahmad Fadli Kartajaya
– Komisaris: Bambang Pramujo
– Komisaris Independen: Joseph Prayogo
– Komisaris Independen: Ance
Jajaran Direksi:
– Direktur Utama: Nariman Prasetyo
– Direktur Operasi 1: Bagus Tri Setyana
– Direktur Operasi 2: Mochamad Yusuf
– Direktur Keuangan, Human Capital & Manajemen Risiko: Syailendra Ogan
– Direktur Quality, Health, Safety & Environment dan Pemasaran: Yulianto
Selain itu, RUPST tahun ini juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp30,726 miliar atau 20% dari laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp153,28 miliar, dengan deviden per share (DPS) sebesar Rp3,21.
Pembagain dividen tersebut tak lepas ari kinerja WEGE sepanjang tahun lalu yang masih positif. WEGE tercatat, masih mampu meraih laba bersih sebesar Rp156,35 miliar atau pencapaian sebesar 113% dari target RKAP (revisi) tahun 2020 sebesar Rp138,51 miliar.
“WEGE juga mencatatkan total aset sebesar Rp6,08 triliun, total ekuitas sebesar Rp2,19 triliun, dengan Kas dan Setara Kas positif sebesar Rp1,51 triliun atau pencapaian sebesar 104% dibandingkan pencapaian tahun 2019 sebesar Rp1,46 triliun,” jelas Direktur Utama Nariman Prasetyo, usai RUPST, dikutip Senin (31/5/2021).
Sementara itu, terkait cash flow WEGE per 31 Desember 2020, WEGE membukukan arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp101,48 miliar yang berasal dari kegiatan operasi WEGE berupa penerimaan kas dari pelanggan. Arus kas positif tersebut dapat menopang kegiatan operasional dan pencapaian target WEGE. “Dari pencapaian kinerja tersebut, WEGE juga memiliki tingkat likuiditas yang sehat yang dapat ditunjukkan dengan Current Ratio sebesar 1,49 (kali). Pencapaian WEGE atas kinerja keungan tersebut mencerminkan fundamental WEGE yang sehat dan terus tumbuh,” katanya.
FOTO: Ilustrasi RUPST WEGE tahun 2020 (Istimewa)
