Jakarta, TopBusiness – PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI merilis Laporan Keuangan Tahun 2020. Dalam laporan tersebut, sepanjang tahun lalu, BUMN ini mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 31,98 % atau meningkat dari Rp50,3 miliar di tahun 2019 menjadi Rp66,4 miliar.
Laba bersih ini karena ditopang dari sisi pendapatan operasional yang sepanjang tahun 2020 lalu, berhasil menorehkan pendapatan sebesar Rp154 miliar atau meningkat 36,9 % dibandingkan tahun 2019 yaitu Rp112 miliar. Catatan kinerja positif ini merupakan hasil dari langkah transformasi dan inovasi yang dilakukan KBI.
Untuk diketahui, kendati di tengah pandemi Covid-19, namun bagi korporasi tetap menyikapinya dengan berbagai upaya strategis, baik itu transformasi maupun inovasi. Hal tersebut seperti disampaikan oleh Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) melalui keterangan tertulisnya kepada media, dikutip Selasa (29/6/2021).
Fajar menambahkan, sejak awal Covid-19 melanda Indonesia, KBI memang langsung melakukan berbagai upaya transformasi dan inovasi, yang tentunya tidak hanya untuk menjaga kelangsungan bisnis semata, namun juga dalam upaya untuk mendorong kinerja untuk terus tumbuh positif. Langkah transformasi yang dilakukan KBI tidak hanya di transformasi bisnis semata, namun juga menyangkut transformasi sumber daya manusia.
“Sedangkan terkait inovasi, berbagai inovasi telah dilakukan KBI, yang pada intinya adalah inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk peningkatan layanan kepada pemangku kepentinganm,” tutur dia.
Pertumbuhan kinerja yang dicatatkan KBI ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya kinerja dari 3 pilar bisnis KBI yaitu sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi, Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi Pasar Fisik Komoditas Timah Murni Batangan, serta sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang.
“Namun di luar itu semua, sepanjang tahun 2020, KBI telah berhasil melewati tahun yang diselimuti pandemi ini dengan berbagai upaya transformasi serta inovasi,” ungkap Fajar.
Terkait Perdagangan Berjangka Komoditi, sepanjang tahun 2020 volume transaksi di Bursa Berjangka Jakarta yang dikliringkan di KBI mencapai 9.446.122,4 lot, yang terdiri dari volume transaksi Kontrak Sistem Perdagangan Alternatif sebesar 7.767.855,4 lot, dan Kontrak Primer sebesar 1.678.267 Lot. Untuk Pasar Fisik Komoditas Timah Murni Batangan di Bursa Berjangka Jakarta yang dikliringkan di KBI, sepanjang tahun 2020 telah terjadi transaksi mencapai 12.209 Lot dengan nilai US $ 1.032.306.793. Sedangkan di Sistem Resi Gudang, sepanjang tahun 2020, KBI telah melakukan registrasi atas 427 RG, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp. 93,6 Miliar.
Fajar menambahkan, pencapaian positif yang berhasil dicatatkan KBI selama pendemi ini tentunya memberikan optimisme untuk mendapatkan kinerja yang positif di tahun 2021. Untuk itu, berbagai transformasi dan inovasi terus dilakukan. Berbagai inisiasi bisnis baru saat ini sudah mulai berjalan. Salah satunya adalah peran KBI sebagai Lembaga Kliring Perdagangan Timah Dalam Negeri, yang sudah mulai berjalan beberapa waktu yang lalu.
“Selanjutnya, di tahun 2021 ini, berbagai inisiasi bisnis baru juga tengah dalam persiapan, seperti peran KBI sebagai Lembaga Kliring Pasar Fisik Emas Digital serta Lembaga Kliring Berjangka di Perdagangan Aset Kripto,” katanya.
Lebaih lanjut dia menegaskan, untuk tahun ini, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif di 2021, serta mulai berjalannya program vaksin covid-19 yang dilakukan pemerintah. Tentunya hal ini akan memberikan angin segar bagi kalangan industri, dimana ekonomi akan bergerak lebih baik.
“Sejalan dengan pergerakan ekonomi serta berjalannya berbagai inisiasi bisnis yang ada, kami optimis tahun 2021 kinerja KBI akan meningkat dibandingkan dengan tahun 2020,” tutup Fajar optimistis.
FOTO: Istimewa
