Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi penutupan perdagangan Jumat (09/7/2021) di Bursa Efek Indonesia diestimasikan bergerak sideways.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via samuel.co.id, di Jakarta, hari ini yang memiliki judul Sentimen Campuran, IHSG Berpotensi Bergerak Sideways.
Bursa saham AS ditutup semalam. Dow Jones -0,75%, S&P500 -0,86% dan Nasdaq -0,72% karena adanya investor akan memiliki biaya ekonomi serta 373 ribu orang mengklaim tunjangan tunjangan di minggu yang berakhir pada tanggal 3 Juli, lebih tinggi dari para Ekonom 350 ribu dan sedikit lebih tinggi dari minggu sebelumnya 371 ribu.
Bursa Asia kemarin ditutup melemah, Kospi -0,99%, Nikkei -0,88%, dan Shanghai -0,79%. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup flat -0,07% di level 6.039. Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 132,2 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 161,4 miliar), BMRI (Rp 119,6 miliar), dan INCO (Rp 52,3 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 81,3 miliar), TLKM (Rp 61,4 miliar), dan SCMA (Rp 29,5 miliar).
Kasus positif COVID-19 Indonesia kemarin bertambah 38,391 (+11,7% harian) dengan daily positive rate sebesar 28,2%, total recovery mencapai rekor sebesar 21.185. Kasus aktif mencapai total 359.455 (14,9% tingkat infeksi), sehingga total kasus Covid di Indonesia saat ini mencapai 2,4 juta kasus. Melihat kasus Covid yang terus mencapai rekor setiap hari, Menteri Keuangan, Sri Mulyani menambahkan kemungkinan penambahan PPKM Darurat hingga minggu ketiga bulan Agustus. Pada vaksinasi di Indonesia untuk dosis 1 telah diberikan pada 34,8 juta orang yang telah mencapai target 19,2% (+820.889), sedangkan dosis 2 total telah diberikan pada 14,6 juta orang (+178.689).
Indeks kepercayaan konsumen Indonesia meningkat sedikit menjadi 107,4 pada Juni 2021 dari 104,4 pada bulan sebelumnya dan tertinggi sejak Maret 2020. Pagi ini pasar regional dibuka melemah, Nikkei -1,35% dan Kospi -0,22%.
“IHSG diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah karena meskipun adanya sentimen positif kenaikan indeks kepercayaan konsumen Indonesia, terdapat sentimen dari bursa global dan Asia serta negatif akan diperpanjangnya PPKM Darurat akibat kasus Covid harian,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
