Jakarta-Thebusinessnews. Sepanjang kuartal III 2015 Bank Jatim membukukan laba sebesar Rp 696 miliar atau turun 6,19 persen dibanding kuartal III 2014 sebesar Rp 742 miliar. Hal itu disebabkan peningkatan pencadangan kredit bermasalah.
Direktur Bisnis Menengah & Korporasi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, Su’udi menyatakan bahwa penurunan itu disebabkan berapa faktor .”pertama kenaikan biaya bunga sebesar 34,88 persen sehingga menjadi faktor pengurang laba sebesar Rp 817 miliar.”ujar dia di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2015.
Pada kuartal III 2015 Dana Pihak ketiga meningkat 22 ,55 persen menjadi Rp 43,7 triliun . .Sementara itu faktor makro ekonomi juga kurang mengguntungkan,hal itu berdampak meningkatnya ratio kredit bermasalah.” NPL kuartal III 2015 4,22 persen gross”ujar
Meningkatknya Kredt bermasalah juga sebagai faktor pengurang laba dimana perseroan mengambil sikap meningkatkan jumlah pencadangan untuk antisipasi kredit bermasalah . Dimana manajemen meningkatkan besaran CKPM menjadi 84 persen.
Namum pihaknya yakin sepanjang kuartal IV 2015 ini akan terjadi perbaikan dari dua sisi. Dari sisi penyaluran kredit terutama kredit infrastruktur telah mulai dilakukan penarikan misalnya pembangunan jalan tol senilai Rp 1,1 triliun .
Di sisi lain untuk penurunan ratio bermasalah dengan membentuk divisi kredit bermasalah dan internal kontrol. Serta melakukan restrukturisasi kredit senilai Rp 130 miliar. Ia berharap hingga akhir tahun NPL turun menjadi 3,68 persen .(az)