Jakarta, TopBusiness – Adanya rilis data ekspor-impor nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini (15/7) menunjukan peningkatan dibanding bulan sebelumnya tentu menjadi kabar yang menggembirakan.
Data BPS menyebut, angka nilai ekspor Indonesia pada bulan Juni 2021 mencapai US$18,55 miliar atau naik 9,52% dibanding ekspor Mei 2021. Sementara itu, bila dibandingkan Juni 2020 nilai ekspor naik cukup signifikan hingga 54,46%.
Nilai ekspor migas Juni 2021 mencapai US$1,23 miliar lebih juga tinggi 27,23% terhadap Mei 2021 dan naik 117,15% dibandingkan Juni 2020. Nilai ekspor nonmigas Juni 2021 mencapai US$17,31 miliar, naik 8,45% dibanding Mei 2021, dan naik 51,35% dibanding ekspor nonmigas Juni 2020.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juni 2021 mencapai US$102,87 miliar atau naik 34,78% dibanding periode yang sama tahun 2020. Nilai ekspor nonmigas mencapai US$97,06 miliar atau naik 34,06%.

Pada golongan ekspor Kendaraan dan bagiannya yang memiliki kontribusi 4,51% terhadap total ekspor non migas mengalami kenaikan 42,19% dari nilai ekspor di bulan Mei 2021 sebesar US$516,7 juta menjadi US$734,6 juta di Juni 2021.
Sementara itu, secara akumulasi sepanjang semester I 2021, nilai ekspor golongan ini naik 54,58% menjadi US$4,38 miliar dibandingkan periode yang sama di tahun lalu senilai US$2,83 miliar.
Jika dilihat dari kenaikan nilai ekspor nasional, khususnya pada golongan kendaraan dan bagiannya, tentu tak lepas dari peran terminal PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) dan sejumlah pabrikan otomotif yang berhasil melakukan bongkar muat ekspor di Terminal IPCC meski di tengah kondisi masih berlangsungnya Pandemi Covid-19.
Kondisi Pandemi Covid-19 yang belum juga usai tampaknya tidak menyurutkan hilir mudik bongkar muat kendaraan, khususnya ekspor di Terminal IPCC. Hal ini seperti dalam keterangan resmi IPCC yang diterima media, di Jakarta, Jumat (16/7/2021).
Pada bulan Juni 2021, secara bulanan (Month on Month/MoM), tercatat sebanyak 25.173 unit kendaraan CBU ekspor ditangani di Terminal Internasional dengan kenaikan 27,86% (MoM) dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada segmen Alat Berat, termasuk di dalamnya Truk/Bus, tercatat naik 16,30% (MoM) sebanyak 628 unit Alat Berat ekspor. Pada kelas Spareparts, ekspor tercatat 5.618 M3 atau naik 231,84% (MoM) dibanding bulan sebelumnya.
Dengan tercatatnya kenaikan jumlah kargo di bulan Juni 2021 maka secara tahunan (Year on Year/YoY) turut terlihat mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pada CBU ekspor naik 192,68% (YoY) dari tahun lalu.
Alat Berat ekspor naik 300% (YoY) dari periode yang sama di tahun lalu. Pada segmen Spareparts, ekspor naik 514,22% (YoY).
Secara akumulasi ekspor, bongkar muat CBU ekspor sepanjang Januari-Juni 2021 mencapai 145.679 unit atau naik 38,63% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai 105.082 unit.
Alat Berat ekspor mencapai 3.411 unit di periode tersebut atau naik 19,81% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 2.847 unit. Sedangkan Spareparts, naik 18,13% menjadi 14.944 M3 dari 12.650 M3 di periode 6 bulan di tahun lalu.
“Sebagai perusahaan yang menjadi bagian dari value chain industri otomotif nasional dan mendukung program Pemerintah untuk membantu meningkatkan ekspor kendaraan, tentunya IPCC akan terus meningkatkan kualitas layanan bongkar muat kendaraan, sehingga dapat memberikan nilai tambah pada kendaraan yang akan di ekspor,” jelas keterangan itu.
Untuk itu, positioning IPCC pun di industri secara jelas terlihat yang meliputi antara lain, Managing Services; Being part of logistic value chain; hingga Providing & facilitating automotive distribution & sales.
FOTO: Istimewa
