Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi penutupan perdagangan Selasa (27/7/2021) di Bursa Efek Indonesia berpotensi lanjutkan penguatan.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan.
Bursa AS ditutup terjaga. DJIA naik 0,24% ke level 35.144 diikuti S&P500 (0,24%) dan Nasdaq (0,03%). Minggu ini investor wait and see terhadap rilis LK 2Q21 emiten teknologi big cap seperti Apple, Microsoft dan Amazon serta menanti hasil meeting The Fed pada kamis ini. Rilis penjualan rumah AS per Jun-21 tercatat melemah menjadi 676 ribu (prev: 724 ribu; cons: 800 ribu).
IHSG kemarin (26/7) naik tipis +0,08% ke level 6.160 dengan TOWR, ARTO dan AGRO sebagai penggerak utama teratas. Net sell asing di pasar reguler terpantau mencapai Rp 212,1 miliar. Saham yang mencatat nilai net buy tertinggi adalah AGRO (Rp 42,3 miliar), TLKM (Rp 38 miliar), dan BABP (Rp 36 miliar), sementara net sell tertinggi dicatatkan BBCA (Rp 90,8 miliar), DMMX (Rp 79 miliar), dan ANTM (Rp 59,9 miliar).
Jumlah kasus COVID-19 harian kemarin (21/7), tercatat 40.374 kasus baru (Minggu: 38.679), sebanyak 28.228 pasien sembuh (Minggu: 37.640) dan 1.487 pasien meninggal (Minggu: 1.266). Secara teori, jumlah total kasus yang ditemukan di Indonesia telah mencapai 3.194.733 kasus dengan tingkat kesembuhan sebesar 79,8% per 26 Juli 2021.
“Kami menilai, investor saat ini lebih selektif memilik sektor yang minim atas lanjutan PPKM Level 4 yang dilakukan oleh pemerintah. Saham-saham sektor ritel kemarin melemah dengan perkiraan dampak pelemahan akan berlanjut ke 3Q21. Sementara sektor perbankan dan media mengalami kenaikan yang bervariasi. Kami memperkirakan bahwa IHSG hari ini mungkin melanjutkan kenaikan dengan investor yang sudah diperhitungkan terhadap efek perpanjang PPKM,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
