Jakarta, TopBusiness – Nasabah AXA Mandiri yang baru menyetor dua bulan premi sudah merasakan manfaat asuransi sebesar hampir 500 juta saat menderita COVID-19
Pandemi tidak menunjukkan tanda-tanda akan usai. Krisis kesehatan makin dirasakan masyarakat seiring dengan kasus positif yang terus bertambah setiap harinya yang kini telah mencapai 3,19 juta lebih kasus di Indonesia per hari ini.
Setahun lebih berlalu sejak kasus pertama di Indonesia diumumkan, pukulan telak dari biaya perawatan COVID-19 menyisakan tagihan medis dengan angka fantastis bagi mereka yang memerlukan perawatan intensif.
Lantas, berapa nilai angka tersebut? Menurut Prof. Dr. dr. Hasbullah Thabrany, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, biaya tertinggi untuk pengobatan COVID-19 mencapai Rp446 juta berdasarkan survei yang mencakup 9 provinsi di Indonesia.
Sementara itu, rata-rata dana yang dikeluarkan untuk mengobati satu pasien adalah Rp184 juta, dengan rata-rata lama perawatan 16 hari rawat inap.
Mahalnya biaya pengobatan COVID-19 menimbulkan keresahan masyarakat sebab krisis finansial tidak dapat dihindari jika masyarakat tidak memiliki dana cadangan untuk pengobatan. Pada akhirnya, dana tabungan atau bahkan dana kebutuhan sehari-hari akan terpakai, sehingga masalah finansial lainnya dapat timbul di kemudian hari.
Untuk mencegah hal tersebut, salah satu cara tepat untuk melindungi diri dari risiko finansial adalah dengan memiliki asuransi kesehatan yang turut menanggung biaya perawatan kesehatan seseorang.
Sejak awal pemerintah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi, banyak perusahaan asuransi yang berkomitmen untuk tetap membayarkan klaim kepada nasabahnya, meskipun hal ini termasuk dalam kejadian yang dikecualikan pada polis asuransi.
Tak terkecuali PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) yang memberikan manfaat perlindungan jiwa dan kesehatan akibat COVID-19 kepada nasabahnya senilai lebih dari Rp 15 miliar hingga akhir tahun 2020 lalu.
“Dari sisi perusahaan penyedia jasa perlindungan asuransi, kami selalu siap mendampingi nasabah, khususnya dalam masa penuh ketidakpastian seperti ini. Sejak awal pandemi kami berkomitmen untuk memberikan manfaat perlindungan melalui polis asuransi jiwa dan kesehatan sebagai salah satu wujud peran kami sebagai mitra nasabah,” ujar Handojo G. Kusuma, Presiden Direktur AXA Mandiri, di Jakarta, Selasa (3/8/2021).
Memiliki asuransi di tengah situasi yang tidak pasti adalah langkah yang tepat, karena dapat membantu kita agar lebih siap menghadapi situasi kritis sekalipun. Namun, pemilihan asuransi pun harus disesuaikan dengan kebutuhan dan sangat penting untuk membaca secara seksama mengenai syarat, ketentuan hingga manfaat apa saja yang bisa diterima.
Syamsul Hariadi, warga Surabaya penyintas COVID-19 yang pernah merasakan besarnya biaya perawatan rumah sakit, sangat merasakan manfaat asuransi. Syamsul menceritakan bahwa ia dinyatakan positif COVID-19 pada awal November 2020 dan sempat mengalami koma selama 13 hari di rumah sakit dan baru kembali sadar pada pertengahan November.
“Tanpa saya sadari, saya terkena COVID-19 dan harus dirawat selama sekitar 27 hari di rumah sakit, sedangkan istri saya juga terkena COVID-19 dan harus dirawat sekitar 6 hari di rumah sakit,” ujar pria yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil.
Dalam menghadapi situasi yang menantang saat ini, perencanaan keuangan yang dilakukan oleh Syamsul menjadi salah satu bukti bahwa memiliki proteksi berperan sangat penting dalam memberikan rasa aman dalam menjalani tiap tahap kehidupan. Risiko kesehatan bisa datang kapan saja dan tanpa diduga. Dengan memiliki asuransi, sebagian biaya yang timbul akan dialihkan kepada perusahaan asuransi, sehingga meringankan beban finansial keluarga.
FOTO: Istimewa
