
Jakarta, businessnews.id — Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad menyambut gembira RBB (rencana bisnis bank) 2014. Sebab, sikap optimistis masih ditunjukkan industri perbankan dalam RBB itu.
Optimisme itu, kata dia di Jakarta hari ini, terlihat dari rata-rata pertumbuhan kredit yang ditargetkan berkisar 17-18 persen. Adapun penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan bertumbuh 14 persen .”Rupanya optimistis perbankan masih terlihat,” kata dia.
Padahal, kata dia, Bank Indonesia (BI) memerkirakan bahwa pertumbuhan kredit perbankan di 2014 hanya akan berada di kisaran 15-17 persen.
Menurut Muliaman, pada 2014 kondisi permodalan di industri perbankan juga masih cukup baik, di tengah tekanan ekonomi global dan domestik yang banyak memengaruhi likuiditas perbankan. “Tahun ini pertumbuhan perbankan masih akan cukup baik karena permodalannya juga masih cukup baik,” ucapnya.
Namun demikian, lanjut Muliaman, pada 2014 konsentrasi OJK di industri perbankan akan terfokus pada ketersediaan likuiditas. “Concern kami di 2014 pada likuiditas perbankan dan berusaha meyakini industri agar likuiditas terjaga,” ujar Muliaman.
Terkait dengan kondisi tersebut, kata Muliaman, OJK meminta kepada bank-bank kecil untuk lebih cermat menjaga likuiditas. “Bank kecil diharapkan bisa menjaga likuiditas, agar persoalan ini tidak menjadi tekanan pada industri keuangan,” jelasnya. (ABDUL AZIZ/DHI)