Jakarta, TopBusiness—Pengembangan bursa komoditas di Indonesia bertemu dengan sejumlah kendala yang perlu diatasi.
“Salah satunya, adalah banyak komoditas yang sudah [sedari dulu] didagangkan di luar negeri,” kata Vice President of Research and Development ICDX, Isa Djohari, hari ini dalam satu paparan untuk wartawan, yang berlangsung secara virtual.
Isa menjelaskan bahwa kendala lainnya adalah banyaknya pelaku pasar komoditas, yang bertransaksi di luar negeri. “Sistem perdagangan elektronik pun,” ia menambahkan, “memudahkan hal tersebut.”
Mengatasi hal-hal tersebut, ICDX punya sebuah strategi, yakni dengan membentuk sebuah ekosistem tersebut. Hal itu mencakup produk komoditas, bursa komoditas, resi gudang, pasar lelang komoditas.
“Dengan adanya ekosistem tersebut, ICDX bisa berfokus ke aktivitas lindung nilai,” Isa menambahkan.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kini Indonesia merupakan produsen utama untuk sejumla komoditas. Antara lain, untuk produk sawit, Indonesia adalah produsen nomor satu dunia. Dan untuk produk emas, ada di peringkat tujuh.
“Namun, sayangnya, untuk harga produk tersebut, bukan kita yang menentukan dan menjadi acuan harga,” kata dia.
