Jakarta, TopBusiness—Pada hari ini, pengembang properti Perdana Gapuraprima, menyampaikan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Isinya adalah jawaban atas pertanyaan otoritas BEI tentang penyebab peningkatan aktivitas transaksi saham perusahaan tersebut (kode emiten/saham: GPRA) pada 8 September 2021.
Direktur Utama Perdana Gapuraprima, Arvin F. Iskandar, menjelaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau pun fakta material yang dapat berpengaruh kepada harga saham GPRA, atau pun kepada keputusan investasi para investor.
“Kemudian, kami sudah memublikasikan laporan keuangan Juni 2021, yang lebih baik kalau dibandingkan year on year dengan Juni 2020. Hal ini dapat berpengaruh kepada harga saham atau pun kelangsungan usaha kami,” dia menjelaskan.
Selanjutnya, Arvin mengatakan bahwa pihaknya tak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu [yang dapat berpengaruh kepada harga saham itu].
“Kami pun,” papar dia, “kini belum punya rencana aksi korporasi dalam tiga bulan mendatang.”
Sebelumnya, dalam suratnya ke pengembang properti tersebut, otoritas bursa saham itu menanyakan tentang penyebab kenaikan aktivitas transaksi saham GPRA di 8 September 2021.
Di hari itu, volume transaksi saham GPRA tercatat sebanyak 43.759.200 unit saham, sementara hari sebelumnya di 1.466.800 unit saham. Sedangkan harga saham GPRA di 8 September tersebut ditutup di Rp72 per lembar atau naik 14,29% ketimbang sehari sebelumnya yang di Rp63 per lembar.
Sementara itu, sekitar jam 14.00 hari ini, saham GPRA seharga Rp65 per lembar. Maka naik Rp1 daripada sebelumnya. Volume perdagangan saham GPRA sejak awal perdagangan pagi tadi sampai sekitar jam 14.00 tersebut, di 33.000-an unit saham.
