Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga sesi akhir perdagangan Rabu (13/10/2021), diestimasikan bergerak turun.
Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakrta, tertera judul Minimal Katalis Positif, IHSG Berpotensi Melemah.
Pada perdagangan semalam, bursa saham AS ditutup melemah. Dow terkoreksi 0,34%, S&P500 0,24% dan Nasdaq 0,14%. Aksi profit taking terjadi ketika pelaku pasar menunggu rilis laporan kuartal ketiga yang akan dimulai pekan ini. Selain itu, investor juga menunggu rilis data-data ekonomi di sisa pekan yang akan memberikan gambaran tentang kondisi perekonomian AS, di antaranya CPI, data penjualan ritel dan risalah rapat FOMC.
Dari pasar komoditas, harga-harga komoditas utama bergerak beragam. Harga batubara kembali menguat 0,97%, sedangkan harga minyak bergerak flat, dengan WTI -0,1%. Emas juga cenderung flat +0,1%. Sedangkan timah turun 0,7%, nikel 1,1% dan CPO terkoreksi 2,1%.
Perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia semakin melandai. Terjadi penambahan 1.261 kasus baru kemarin (12/10) dengan angka positif 0,7%. Namun kasus sembuh masih lebih tinggi yaitu 2.130 kasus. Dengan demikian, kasus aktif terus menurun menjadi 21.625, menurun 27,5% dari minggu sebelumnya. Recovery rate naik menjadi 96,1%. Vaksinasi terus berjalan, dengan 101,4 juta penduduk telah mendapat vaksinasi tahap 1 sedangkan yang menerima vaksinasi tahap 2 mencapai 58,4 juta penduduk.
Pada perdagangan kemarin, IHSG mampu menguat 0,41% di tengah bursa regional yang rata-rata melemah. Kemarin, Nikkei -0,94%, Hang Seng -1,43%, Shanghai -1,25% dan STI -0,05%. Pelemahan regional merespon pemangkasan outlook ekonomi 2021 oleh IMF dari 6,0% menjadi 5,9%. Outlook ekonomi 2021 China juga sedikit diturunkan 0,1 ppt menjadi 8,0%.
“Hari ini, dengan minimnya katalis positif, kami memperkirakan IHSG melemahkan terkena aksi profit taking,” demikian tertulis.
Pagi ini Asia terpantau naik, Nikkei 0,34% dan Kospi 1,09%.
Foto: Rendy MR
