TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways

Agus Haryanto
18 October 2021 | 04:18
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (18/10/2021) awal pekan ini, diperkirakan bergerak sideways.

Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul Sentimen Campuran Global dan Regional, IHSG Diperkirakan Sideways.

Pada penutupan Jumat (15/10) pekan kemarin, pasar AS bergerak menguat. Indeks Dow Jones naik 1,09%, S&P 500 menguat 0,75%, Nasdaq 0,50%. Isu yang kemungkinan akan menjadi perhatian pelaku pasar pekan ini, antara lain rilis data produksi industri, izin bangunan (IMB), dan pembangunan rumah baru, serta rilis Beige Book dari The Fed.

Pasar komoditas terpantau berubah bervariasi. Minyak WTI flat di level USD 81,7/bbl, Brent menguat 1% ke level USD 84,8/bbl. Harga batubara melemah 2,04% ke level USD 240/ton, nikel positif 2,8% ke level USD 19,912/ton, dan level datar CPO MYR 5.160/ton. Harga emas terpantau melemah 0,3% ke level USD 1.790/toz).

Bursa Asia ditutup menguat pada Jumat (15/10). Kospi +0,9% dan Nikkei menguat 1,8%. Hang Seng menguat 1,3% dan Shanghai juga menguat 0,4%. Indeks EIDO ditutup menguat 0,41%, sementara IHSG 0,11% ke level 6.633, dengan net buy asing sebesar Rp 664,6 miliar di pasar regular dan Rp 837 miliar di pasar negosiasi. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat BBRI (Rp 734,4 miliar), BMRI (Rp 90,6 miliar), dan AGRO (Rp 53,6 miliar).

Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan UNVR (Rp 127,3 miliar), BBNI (Rp 57,6 miliar), dan SMGR (Rp 50 miliar). Top leading movers adalah BBRI, ARTO, dan MDKA, sedangkan BBCA, UNVR, dan BBNI menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   Intikeramik Raih Laba Usaha

Terjadi penambahan 747 kasus baru COVID-19 pada hari Minggu (17/10) dengan angka positif sebesar 0,4%. Sejauh ini, telah ditemukan sebanyak 4,2 juta kasus di Indonesia, dengan 4,1 juta pasien sembuh (tingkat pemulihan: 96,2%, kasus aktif: 18 ribu ).

Terkait vaksinasi, sejauh ini 107 juta orang di Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 (+833 ribu pada Minggu) dan 62,7 juta telah menerima dosis kedua (+565 ribu pada Minggu).

Pagi ini Kospi dibuka melemah 0,66% dan Nikkei dibuka melemah 0,22%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini, seiring dengan munculnya sentimen yang berbeda dari bursa global dan regional,” demikian tertulis.

Selain data dari AS yang telah disebutkan sebelumnya, data lain yang kemungkinan akan menarik perhatian para pelaku pasar adalah data PDB dan penjualan ritel China yang akan dirilis pada pekan ini.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Diamondland Genjot Vaksinasi Anti-Corona di Bogor

Next Post

100 Atlet dan Elites Meriahkan HK Endurance Challenge 2021

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR