Jakarta, TopBusiness – Harga Shiba Inu, sebuah koin kripto yang cukup populer, menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Shiba Inu Coin sendiri berhasil masuk ke jajaran cryptocurrency paling populer meski dalam beberapa waktu belakangan tampaknya terpeleset turun.
Aset kripto yang satu ini diketahui menjadi pesaing yang sebelumnya tidak diprediksi di pasar cryptocurrency pada tahun ini. Demikian seperti disebutkan dalam keterangan yang diterima, Rabu (20/10/2021).
Sebelumnya, Shiba Inu Coin bercokol di urutan bawah, tetapi kemudian naik tajam menjadi salah satu dari 20 koin yang paling dinantikan pada pekan ini. Di sisi lain, Altcoin dan DOGE serta sejumlah koin lainnya memiliki tingkat pertumbuhan yang jauh lebih unggul ketimbang Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC) yang diketahui punya kinerja terbaik.
Shiba Inu coin sendiri memecahkan 20 koin terpopuler pada pekan lalu di tengah reli yang tidak terduga, mencapainya dalam 14 bulan, 74 lebih awal dari Dogecoin.
Pergerakan nilainya dengan cepat naik harga shiba inu dari $0,000009071 atau Rp0,12763 (£0,0000066 atau Rp0,10772) pada pagi hari tanggal 3 Oktober menjadi $0,00003488 atau Rp0,49077 (£0,000025 atau Rp0,40802) pada tanggal 7 Oktober.
Meski demikian, Shiba Inu coin harus berjuang untuk mempertahankan momentum tersebut, dengan harganya yang berkisar antara $0,00002 (£0,000015) kisaran Rp0,24482 dan $0,00003 (£0,000016) atau kisaran Rp0,26114. Untuk beli Shiba Inu, harga per koinnya adalah £0,000019 atau di kisaran Rp0,31010.
Adapun di CoinMarketCap, yang melacak kinerja tinggi di pasar cryptocurrency, lintasan harga Shiba Inu Coin ditandai dengan warna merah. Di samping itu, ETH dan BTC pun harus mengalami pola sama, yang tampaknya berakar dari tindakan pemerintah Amerika Serikat atau USA.
Pasalnya, baru-baru ini Presiden Joe Biden menandatangani percepatan undang-undang keamanan cyber dan uang terlarang di dunia maya. Kendati tidak berpengaruh langsung terhadap pasar, tetapi berita itu mengakibtkan tren turun di pasar pada awal bulan ini.
Tampaknya, pengumuman itu pun membuat beberapa pedagang takut sehingga mereka kemudian mungkin saja menjual lantaran kekhawatiran USA dapat memperluas jangkauannya ke pasar secara keseluruhan.
Untuk diketahui, Shiba Inu adalah salah satu mata uang atau koin kritpo yang banyak dilirik oleh khalayak. Dalam 24 jam, mata uang kripto atau cryptocurrency Shiba Inu melonjak 69 persen atau tiga kali lipat nilai keseluruhannya dalam sepekan. Coinbase melaporkan, meroketnya harga koin Shiba Inu menempatkan nilai pasarnya di atas US$10 miliar. Shiba Inu juga menjadi mata uang kripto terbesar ke-20 di dunia.
Minat Pasar Uang Kripto
Meski pasar uang kripto terkenal fluktuatif, tetapi tidak dapat dimungkiri bahwa minat pada mata uang digital yang memang sudah melonjak selama pandemi ini ikut membantu menjaga nilainya tetap tinggi.
Adapun kenaikan terbaru pada koin Shiba Inu mengikuti kenaikan mata uang digital secara keseluruhan. Bahkan, hal itu sampai membuat Bitcoin mencapai level tertinggi US$50.000.
Koin Shiba Inu sendiri diciptakan pada Agustus 2020 oleh seseorang tidak dikenal bernama Ryoshi, yang diyakini berasal dari China. Pada mulanya, koin kritpo yang satu ini adalah sebuah token meme terdesentralisasi yang berkembang menjadi ekosistem yang dinamis.
Koin kripto Shiba Inu ini dimulai sebagai spin-off dari Dogecoin, sebuah meme coin yang lebih utama yang dibuat sebagai sindiran terhadap Bitcoin. Shiba Inu, yang dinamai berdasarkan jenis anjing khas Jepang, kemudian memulai perdagangan rendah, tetapi meningkat cukup cepat.
Bahkan, jenis koin yang satu ini melampaui Dogecoin dan membuatnya mendapat julukan “Pembunuh Dogecoin”. Shiba Inu juga terdaftar di platform pertukaran crypto utama Coinbase pada 16 Oktober 2020 silam. Koin ini sekarang digunakan untuk pembayaran oleh beberapa tim olahraga dan teater.
Penyebab Harga Shiba Inu Naik
Koin Shiba Inu sejatinya cukup populer di kalangan penggemar kripto selama beberapa bulan belakangan. Adapun lompatan terbaru itu terjadi setelah Elon Musk, pendiri Tesla dan Chief Engineer di SpaceX, mencuitkan gambar anak anjing Shiba Inu miliknya bernama Floki di Tesla melalui akun Twitter pribadinya.
Lantaran kurang mapan, altcoin seperti token Shiba Inu memang mudah terpengaruh oleh perubahan pasar kecil, termasuk oleh berita atau aktivitas media sosial dari miliarder teknologi. Namun, memang bukan pertama kalinya sebuah Tweet mempengaruhi nilai kripto ini terjadi.
Elon Musk sendiri diketahui sudah mengubah nilai Bitcoin berulang kali. Misalnya, pada awal 2021 lalu, ia menambahkan tagar #bitcoin ke bio Twitter-nya, yang membuat harga bitcoin naik hampir 20 persen dari semula US$32.000 menjadi hampir US$38.000 dalam beberapa jam saja.
Ledakan yang sama juga terjadi saat dia men-cuit tentang Dogecoin. Sebaliknya, ia pula yang menyebabkan penurunan nilai Bitcoin saat berujar, “Bitcoin is bs.”
Cara Beli Koin Shiba Inu
Untuk beli koin Shiba Inu bisa dilakukan di pasar peer-to-peer (DEX) mana saja, misalnya Uniswap, sebuah pertukaran kripto terdesentralisasi terkemuka. Hal itu karena Shiba Inu merupakan koin terdesentralisasi.
Di samping itu, beli Shiba Inu bisa dilakukan melalui banyaknya CEX (pertukaran terpusat). Meski demikian, calon pembeli tetap harus memastikannya aman dan terjamin. Di samping itu, untuk menghindari risiko apa pun, beli Shiba Inu bisa dilakukan langsung melalui sumbernya via ShibaSwap, di mana pembeli dapat menukarnya dengan koin seperti Ethereum.
FOTO: Istimewa
