TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pertanian Organik Lebih Unggul, Sisi Hulu Perlu Diperkuat

Achmad Adhito
1 November 2021 | 15:40
rubrik: Business Info
Pertanian Organik Lebih Unggul, Sisi Hulu Perlu Diperkuat

Petani dan Poduk Organik (Sumber Foto: Istimewa)

Jakarta, TopBusiness—Produk organik telah diketahui secara luas memiliki keunggulan dibanding produk pertanian dengan metode konvensional. Selain itu, lahan pertanian organik memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap perubahan iklim dikarenakan adaptifitas yang tinggi.

Melalui Webinar Kopitu dan Propaktani (1/11), Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI,Suwandi, menyampaikan pentingnya pengembangan pertanian organik beserta supply chain yang termasuk didalamnya.

“Beberapa tahun ke depan diramalkan akan ada perubahan Iklim. Berdasarkan pertemuan Pak Mentan di event G20 kemarin, banyak negara yang sudah mulai mempersiapkan hal ini, dan kitanya juga tidak bolehnya ketinggalan,” tutur Suwandi.

Di samping Dirjen Suwandi, event tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua Umum Kopitu Yoyok Pitoyo, Maya Melati dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB, dan Atase Pertanian KBRI Washington Hari Edi Soekirno.

“Untuk ekosistem sendiri pasar sudah terbentuk baik ekspor maupun lokal. Yang masih perlu kita tingkatkan adalah di sisi hulu, seperti pembiayaan untuk sertifikasi lahan organik yang juga tidak murah. Untuk sertifikasi itu juga tidak hanya perlu pembiayaan, tapi pendampingan karena aspeknya yang banyak dan prosesnya juga tidak mudah. Para stakeholder harus berperan serta aktif untuk pengembangan poktan organik,” ungkap Yoyok.

Dalam penjelasan teknis yang disampaikan Maya Melati, diterangkan bahwa lahan pertanian organik tidak hanya harus memenuhi kriteria pada saat budidaya, namun riwayat lahan juga menentukan kesesuaian lahan tersebut untuk disertifikasi.

“Bahkan termasuk air yang digunakan tidak boleh sembarangan, ketika lahan di sekitar menggunakan sistem konvensional dengan bahan kimia, maka sebaiknya diberikan sistem penyaringan dulu untuk airnya,” tambahnya.

“Kalau terkait pasar, di Amerika orang sudah paham tentang gaya hidup sehat sehingga antusiasnya sangat baik. Mereka bukan lagi terpaku pada rasa karena mereka sudah biasa hidup sehat. Maka saya harap dengan kesempatan ini Indonesia bisa meningkatkan eksportasi produk pertanian organik,” ungkap Hari.

BACA JUGA:   Permintaan Melonjak, PT Phapros Naikkan Produksi Multivitamin
Tags: pertanian organik
Previous Post

Inflasi Januari-Oktober: 0,93%

Next Post

Penjualan Saham Sektor Teknologi Akibatkan Indeks Terkontraksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR