Jakarta, TopBusiness—Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) Putu Juli Ardika, mengatakan hari ini bahwa Indonesia punya daya saing dan pasar ekspor olahan rumput laut yang masih menjanjikan. “Apalagi, Indonesia punya potensi besar dengan ketersediaan bahan baku rumput lautnya,” ungkap secara tertulis.
Pada tahun 2020, produksi rumput laut kering sekitar 376.000 ton, dengan penghasil utamanya berasal dari Provinsi Maluku, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
“Sementara itu, nilai ekspor dari industri pengolahan rumput laut di Indonesia sepanjang tahun 2020 mencapai USD96,19 juta dengan volume produksi sebesar 26.611 ton,” sebut Putu.
Saat ini, Kemenperin fokus mendorong utilisasi industri ini dapat terus meningkat.
Putu pun menjelaskan, produk olahan rumput laut di Indonesia dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni agar-agar dan karaginan. Secara global, saat ini Indonesia menempati posisi ketujuh untuk negara eksportir agar-agar dan peringkat ke-6 sebagai negara eksportir karaginan.
Di sisi lain secara volume ekspor, Indonesia merupakan negara eksportir terbesar untuk komoditas rumput laut kering.
“Pada tahun 2019, nilai ekspor olahan rumput laut hanya 49,75% dari nilai ekspor rumput laut kering, dengan produk olahan utama yang diekspor itu adalah karaginan. Pada tahun 2020, persentase tersebut meningkat menjadi 53,79%,” imbuhnya.
