TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

KSP adakan Audiensi bersama Pemkab Indramayu, Kapolres dan RNI Group

Albarsyah
8 November 2021 | 09:43
rubrik: Business Info
Produksi Gula RNI Masih Fluktuatif

Jakarta, TopBusiness – Tim Kantor Staf Presiden (KSP) RI yang menemui puluhan petani asal Kecamatan  Cikedung, Indramayu, Jawa Barat, yang berunjuk rasa di kawasan selayang pandang Tugu  Monas Jakarta, Rabu (3/11), mengadakan audiensi dengan mengundang pihak Pemerintah  Kabupaten Indramayu, Polres Indramayu dan juga PT Rajawali Nusantara Indonesia  (Persero) atau RNI.

Dari Kedeputian IV KSP hadir Joanes Joko dan Ngatoilah serta dari  Kedeputian III KSP Wisnu Aji Nugroho.

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) yang membidangi Kementerian BUMN, Wisnu Aji  Nugroho, menyampaikan bahwa narasi positif dan praktik baik mengenai kemitraan dengan  Badan Usaha Milik Petani baik dalam bentuk Koperasi atau BUMDes yang sudah berjalan di  Kabupaten Indramayu, sebaiknya dapat dilakukan sosialisasi secara berkala dan dengan  bahasa yang bisa dipahami oleh seluruh masyarakat, baik di desa penyangga ataupun desa  bukan penyangga.

“Sosialisasi kepada Mitra Petani perlu dilakukan secara berkala bersama dengan Pemerintah  Daerah, mengingat masih ada beberapa desa di Kabupaten Indramayu yang belum menjadi  Mitra PT PG Rajawali II RNI Group, dipastikan juga transparansi skema kemitraan dipahami  oleh calon-calon mitra petani tebu,”jelas Wisnu kepada TopBusiness.id dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut Wisnu menambahkan bahwa mengenai Kemitraan dengan Petani sesuai arahan  Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional  (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2021 pada 25 Agustus 2021 lalu. 

“Badan Usaha Milik Petani baik dalam bentuk Koperasi atau BUMDes juga perlu terus  dikembangkan sehingga nilai tambah dari pascapanen ini terus bisa ditingkatkan,” tutur  Presiden melalui siaran Youtube Sekretariat Presiden (25/08/2021).

Presiden Joko Widodo juga berpesan bahwa Kelembagaan dengan Petani perlu diperkuat  dan akses pemasaran melalui kemitraan dengan industri perlu diperluas, akses pembiayaan  pun juga perlu dipermudah dan disederhanakan.

BACA JUGA:   Tansaksi QRIS Antar Negara di Livin’ by Mandiri Naik Tiga Kali Lipat

Asisten Ekonomi, pembangunan dan kesejahteraan rakyat sekretaris daerah (Setda) Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman, menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten  Indramayu kerap melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat lokal dan para  petani mengenai program kemitraan petani dengan Pemerintah.

“Kami terbuka menerima aspirasi para petani mengenai edukasi kemitraan dengan  pemerintah, oleh karenanya para petani yang ingin berdiskusi bisa langsung mendatangi  Pemerintah Kabupaten Indramayu.”ungkapnya

Sementara itu, Komisaris Independen PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI, Arie Sujito, menambahkan bahwa program kemitraan dengan petani dirancang untuk  menciptakan ekualitas dan paradigma baru yang didorong oleh negara untuk menciptakan  fairness. “Program kemitraan dengan melibatkan BUMDes dapat menjadikan masyarakat petani  sebagai subjek strategis dan untuk mewujudkan kesejahteraan petani,” jelas Arie.

Ia menambahkan, pendekatan kemitraan selama ini telah berhasil mendorong pemberdayaan  petani, BUMDes dan produktivitas industri gula yang satu sama lain bisa saling menopang.

“Tantangannya adalah bagaimana memperkuat kemitraan supaya tujuan kesejahteraan bersama petani, BUMDes dan pabrik gula akan bersinergi, dan menjadi bagian dari cita–cita  nasional kita sekaligus berkontribusi mendorong kedaulatan pangan khususnya industri gula  yang ditopang oleh produktivitas petani tebu,” tuturnya.

Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi, menambahkan bahwa Menteri BUMN, Erick Thohir, secara terpisah menyampaikan secara khusus kepada RNI sebagai calon Induk BUMN Pangan harus dapat bermanfaat bagi petani, peternak dan nelayan dan juga menjadi  penggerak ekonomi nasional.

Sebelumnya, Arief menyebut sebagai Koordinator BUMN Klaster Pangan terus meningkatkan  kemitraan dengan petani, peternak maupun nelayan. Khusus sektor pangan gula, Ia  mengatakan akan terus meningkatkan kemitraan dengan petani tebu yang sesuai data  terdapat 23.559 petani tebu rakyat yang tersebar di pulau Jawa, diantaranya 4.136 petani di  wilayah Jawa Barat, sebanyak 653 Petani di Jawa Tengah dan 18.770 Petani tebu di Jawa  Timur.

BACA JUGA:   ICDX Terus Bangun Ekosistem Terintegrasi

“Mitra petani berperan dalam produksi tebu dan bahan baku di pabrik gula, oleh karenanya  peningkatan kemitraan dengan petani tebu terus dilakukan bersinergi dengan BUMDes  setempat.”Jelasnya.

Dari sisi operasional, sebagai pelaksana kemitraan dengan petani, Direktur PT PG Rajawali  II RNI Group, Ardian juga menambahkan bahwa program kemitraan petani ini selain bertujuan  untuk menggerakan perekonomian masyarakat lokal setempat, juga merealisasikan  penyerapan tenaga kerja +/- 5000 orang/tahun.

“Realisasi program kemitraan terus berkembang setiap tahun, baik dari jumlah petani  maupun luas lahan sehingga SHU yang diterima petani pun mengalami peningkatan yang  signifikan,”jelas Ardian. 

Ardian menambahkan peningkatan kemitraan ini didukung beberapa factor, diantaranya  ada peningkatan rendemen tebu, petani mendapatkan kepastian offtake dan pabrik gula  (PG) Rajawali II melakukan pendampingan budidaya tebu yang intensif.

Realisasi kemitraan sebagai nilai tambah bagi para pemangku kepentingan setempat juga  mengalami peningkatan, hal ini berdasarkan data pemasukan BUMDes yang berperan  sebagai operator kemitraan menunjukkan trend peningkatan kurun waktu 3 tahun  terakhir dari kegiatan pemeliharaan tanaman, penyelenggaraan tebang dan angkut tebu di  sejumlah wilayah desa. 

PG Rajawali II RNI Group mengelola Pabrik Gula Jatitujuh yang memiliki Hak Guna Usaha  (HGU) paling luas di pulau Jawa dengan total luasan HGU +/- 11.921 Ha untuk peruntukan  kebun tebu guna mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan khususnya  pada komoditas gula. 

Kegiatan Audiensi turut dihadiri Kapolres Indramayu AKBP Mokhamad Lukman Syarif, jajaran  Direksi RNI Group dan Jajaran Pemkab Indramayu.

Foto: Istimewa

Previous Post

Ke Qatar, Erick Jajaki Sejumlah Kerjasama Investasi Qatar dengan BUMN

Next Post

Preskom Cikarang Listrindo Tambah Jumlah Sahamnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR