Jakarta, TopBusiness – Presiden Jokowi memberi arahan khusus agar realisasi investasidi Indonesia tahun depan bisa digenjot dengan target Rp 1.200 triliun. Angka tersebut di atas target investasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yakni sebesar Rp 968,4 triliun.
Peningkatan realisasi investasi sebesar 22 persen-33 persen sendiri diperlukan agar pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,4-6 persen bisa dicapai.
Untuk mencapai target realisasi investasi tersebut, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menjelaskan, ada dua langkah yang dilakukan kemerteriannya. Pertama adalah promosi.
Kementerian Investasi akan meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah negara yang “ramah investasi”. Terlebih dengan diterbitkannya UU Cipta Kerja yang diklaim memberikan transparansi, efisiensi, kecepatan dan kepastian dalam mengurus perizinan.
“Kalau dulu BKPM itu mengandalkan promosi, sekarang kita ubah strateginya. Selain kita promosi, kita yakinkan investor bahwa negara kita sudah berubah,” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada media, Selasa (23/11/2021).
Upaya kedua yang akan dilakukan Kementerian Investasi/BKPM adalah memberikan kemudahan perizinan. Pemerintah akan membantu pelayanan perizinan serta proses financial closing jika dibutuhkan.
Selain itu, kata Bahlil, pihaknya akan memberikan layanan end-to-end kepada investor hingga realisasi investasi. Bantuan diberikan juga tidak hanya sampai konstruksi namun hingga produksi,
Dengan upaya-upaya tersebut, Bahlil mengaku optimistis bisa mencapai target realisasi investasi. “Saya punya keyakinan dengan pengalaman di 2021, dengan kombinasi sektor-sektor hilirisasi, maka Insya Allah akan tercapai,” kata dia.
