TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diproyeksikan Bergerak Mixed

Agus Haryanto
24 November 2021 | 06:03
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (24/11/2021) diproyeksikan bergerak mixed.

Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG Bergerak Mixed Hari Ini.

Bursa AS ditutup beragam. Dow Jones naik 0,55%, seperti halnya S&P 500 (+0,17%), sementara Nasdaq tergelincir 0,5%. Peningkatan hasil Treasury adalah pendorong utama pasar AS, itu berdampak negatif pada saham teknologi sambil meningkatkan saham bank. Imbal hasil UST 10Y naik 2,58% menjadi 1,66%, melanjutkan kenaikan pesatnya setelah pengangkatan kembali Jerome Powell sebagai ketua The Fed untuk masa jabatan keduanya.

Pasar komoditas cukup beragam Selasa (23/11). Minyak WTI naik 1,75% menjadi USD 78,5/bbl, Brent naik 3,11% menjadi USD 82,18/bbl, begitu pula batubara (1,94% menjadi USD 157/ton) dan nikel (0,58% menjadi USD 20,402/ton), sementara CPO turun 2,27% menjadi MYR 4.848/ton. Emas turun 1,26% menjadi USD 1.736/toz.

Bursa Asia ditutup mixed. Shanghai ditutup naik 0,20%, tetapi Hang Seng ditutup melemah (1,2%), begitu pula Kospi (0,53%). Indeks EIDO turun 0,08%, dan IHSG turun 0,68% menjadi 6.677,9. Investor asing mencatatkan net sell Rp 141,6 miliar di pasar reguler dan net buy Rp 235,8 miliar di pasar negosiasi. Aliran masuk asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh PGAS (Rp 126,9 miliar), diikuti ANTM (Rp 94,2 miliar), dan TBIG (Rp 62,6 miliar).

Arus keluar asing terbesar di pasar reguler tercatat MTEL (Rp 144,2 miliar), disusul BBRI (Rp 132 miliar), dan SMGR (Rp 104,9 miliar). TBIG, BRPT, dan ADRO menjadi top leading mover, sedangkan ARTO, BBRI, dan BMRI menjadi top lagging mover.

BACA JUGA:   Perkenalkan MAIA, Fitur AI M-STOCK untuk Masa Depan Trading Saham dari Mirae Asset

Sebanyak 394 kasus baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia Selasa (23/11) dengan angka positif 0,2% (tingkat kesembuhan: 96,4%, kasus aktif: 7,9 ribu).

Bursa Asia dibuka bervariasi pagi ini. Kospi naik 0,23% sementara Nikkei turun 0,22%. “Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak mixed, sejalan dengan pergerakan mixed yang ditunjukkan oleh pasar global dan regional,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Kian Eksis Rambah Pasar Jakarta, TREVO Ramaikan Bisnis Sewa Mobil via Aplikasi

Next Post

BEI Putuskan Unsuspensi FITT dan FITT-W

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR