TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways

Agus Haryanto
25 November 2021 | 06:30
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (25/11/2021) diproyeksikan bergerak sideways.

Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways.

Bursa AS ditutup menguat. S&P500 +0,2%, Nasdaq +0,4%, dan DJIA -0,03%. Kenaikan ini antara lain oleh rilis kinerja positif jumlah emisi pada periode 3Q21 (HP dan Dell), dan juga rilis data klaim pengangguran awal yang turun ke level terendah sejak tahun 1969.

Dalam pertemuan risalah pertemuan The Fed yang dirilis malam tadi, disebutkan bahwa The Fed kemungkinan akan mempercepat proses tapering dan menaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan sebelumnya apabila inflasi terus meningkat. Yield UST 10Y turun (-1,3%) ke level 1,65%, namun indeks dolar AS naik (+0,4%) ke level 96,9.

Pasar komoditas terpantau bergerak semakin menguat. Nikel naik 2,8% menjadi USD 20.908/ton, timah naik 2,8% ke level USD 39,975/ton, batu bara 3,7% ke level USD 184/ton, emas 3,2% menjadi USD 1.791/toz, CPO 1,3% ke level RM 4.909/ton, dan sebaliknya harga minyak turun 0,2% ke level USD 78,4/bbl.

Bursa Asia Rabu (24/11) ditutup campuran. Kospi -0,1%, Nikkei -1,6%, Shanghai +0,1%, dan Hang Seng +0,1%. EIDO ditutup melemah 0,3% ke level 23,7. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,1% ke level 6.683, dengan net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 435,1 miliar dan net buy asing di pasar negosiasi sebesar Rp 855,3 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 129,9 miliar), MTEL (Rp 83,9 miliar), dan ADRO (Rp 77,4 miliar). Sementara itu, net buy tertinggi tertinggi dicatatkan PGAS (Rp 51,2 miliar), YULE (Rp 49,2 miliar), dan ARTO (Rp 30,3 miliar). Top leading movers adalah ARTO, CPIN, PGAS, dan top lagging movers adalah BBHI, EMTK, DCII.

BACA JUGA:   Semester I 2023, Investasi Hulu Migas Naik Signifikan

Terjadi penambahan 451 kasus baru COVID-19 Rabu (24/11) dengan tingkat positif sebesar 0,2% (tingkat pemulihan: 96,4%, kasus aktif: 7.977).

Pagi ini pasar regional dibuka campuran, Nikkei +0,5% dan Kospi -0,3%. “Dengan sentimen bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak menyamping,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

GeoDipa Tajak Sumur Dieng, Segera Tambah Kapasitas Penurunan CO2/Gas Rumah Kaca Sebesar 350 Ribu Ton per Tahun

Next Post

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Multifungsi Karalloe

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR