TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan

Agus Haryanto
29 November 2021 | 07:24
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (29/11/2021) awal pekan ini diperkirakan terkoreksi.

Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul Sentimen Varian Omicron, IHSG Diperkirakan Terkoreksi.

Pada penutupan Jumat pekan lalu (26/11), pasar AS turun cukup dalam. Index Dow Jones turun 2,53%, S&P 500 melemah 2,27%, dan Nasdaq anjlok 2,23%, seiring dengan aksi jual besar-besaran yang dilakukan investor akibat terkait munculnya varian baru COVID-19 yang dipilih Omicron. Sentimen lainnya yang kemungkinan akan menggerakkan pasar pekan ini antara lain merilis data non-farm payroll nanti Jumat (ekspektasi: 550.000) dan laju inflasi zona Euro. Yield UST 10Y turun ke level 1,48%, dan indeks USD juga turun 0,73% ke level 96,07.

Kemunculan varian Omicron juga turut mempengaruhi pasar komoditas pada Jumat lalu (26/11). Minyak WTI melemah 13,04% ke level USD 68,17/bbl, diikuti Brent yang melemah 11,59% ke level USD 72,72/bbl, seiring dengan munculnya kemunculan varian Omicron akan menolak permintaan minyak global. Harga batubara turun 0,32% ke level USD 157,5/ton, nikel melemah 3,38% ke level USD 19.967/ton, dan CPO melemah 1,24% ke level MYR 5.269/ton. Harga emas terpantau melemah 0,15% ke level USD 1.807/toz.

Bursa Asia ditutup melemah pada Jumat (26/11) lalu, Kospi melemah 1,5%, Nikkei 2,5%, Hang Seng 2,6% dan Shanghai 0,6%. EIDO ditutup melemah 3%, sementara IHSG ditutup melemah 2,06% pada perdagangan ke level 6,561, dengan net sell Rp 145,7 miliar.

Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 191,9 miliar di pasar reguler, sementara di pasar negosiasi tercatat net buy asing sebesar Rp 46,2 miliar. Angka net sell tertinggi di pasar reguler dicatat oleh BBCA (Rp 322,2 miliar), BUKA (Rp 109,9 miliar), dan BMRI (Rp 81 miliar). Sementara itu, angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 650,3 miliar), PGAS (Rp 35,3 miliar), dan TBIG (Rp 32,7 miliar). Top leading movers adalah SILO, BEBS, dan ISAT, sedangkan BBCA, ASII, dan BMRI.menjadi penggerak lagging teratas.

BACA JUGA:   Asing Aksi Jual; Indeks Saham Terkoreksi

Terjadi penambahan 264 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (28/11) dengan tingkat positif sebesar 0,2% (tingkat pemulihan: 96,4%, kasus aktif: 8,2 ribu).

Pagi ini Kospi dibuka melemah 0,79% dan Nikkei dibuka melemah 0,88%. “Kami memperkirakan IHSG akan terkoreksi hari ini, seiring dengan sentimen negatif dari pergerakan bursa global dan regional serta kemunculan varian Omicron,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Kolaborasi 25 BUMN Dukung Rehabilitasi Mangrove di Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur

Next Post

Penanaman Pohon BUMN Serentak, dalam Rangka Hari Menanam Pohon Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR