Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (01/12/2021) diestimasikan mencetak penurunan.
Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG Memulai Desember dengan Penurunan.
Saham AS jatuh semalam. Dow Jones turun 1,86%, begitu pula S&P 500 (1,9%) dan Nasdaq (1,55%). Pasar tertekan oleh kekhawatiran munculnya varian baru COVID-19, Omicron, serta pernyataan Jerome Powell (Ketua The Fed) yang akan dibahas oleh bank sentral AS untuk mempercepat laju tapering pada pertemuan Desember.
Harga komoditas turun kemarin. Harga minyak WTI turun 4,25% menjadi USD 66,98/bbl, Brent 4,27% menjadi USD 70,57/bbl. Harga batubara turun 3,5% menjadi USD 152/ton, nikel 1,35% menjadi USD 19.922/ton, CPO 3,91% menjadi MYR 4.668/ton, dan emas 0,55% menjadi USD 1.776/toz).
Selasa (30/11) kemarin, bursa Asia ditutup bervariasi. Nikkei dan Hang Seng masing-masing ditutup melemah 1,63% dan 1,58%, sementara Shanghai relatif datar (+0,03%). Indeks EIDO ditutup flat, sementara IHSG tergelincir 1,13% menjadi 6.533,9.
Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 782,5 miliar di pasar reguler, dan net sell sebesar Rp 191,2 miliar di pasar negosiasi. Arus keluar asing terbesar di pasar reguler tercatat BMRI (Rp 251 miliar), diikuti ASII (Rp 176,8 miliar) dan SMGR (Rp 127,4 miliar). Sementara itu, aliran masuk asing tertinggi di pasar reguler tercatat BANK (Rp 157 miliar), diikuti BEBS (Rp 98 miliar) dan ARTO (Rp 93,9 miliar). CPIN, ARTO, dan BYAN menjadi top leading mover, sedangkan BBCA, TLKM, dan BBRI menjadi top lagging mover.
Foto: Rendy MR
