Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (06/12/2021) diestimasikan terkoreksi.
Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul Sentimen Global dan Regional, IHSG Diperkirakan Terkoreksi.
Pada penutupan Jumat (3/12) pekan lalu, pasar AS bergerak melemah. Indeks Dow Jones turun 0,17%, S&P 500 0,84%, dan Nasdaq 1,92%. Kekhawatiran terkait varian Omicron COVID-19 dan data pertumbuhan nonfarm payroll bulan November yang jauh di bawah ekspektasi (210.000, konvensi: 537.000) menjadi faktor utama yang menekan pasar. Pekan ini, data inflasi AS bulan November akan rilis, dengan perkiraan di angka 6,7%.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed pada Jumat (3/12) lalu, minyak WTI menguat 1,9% ke level USD 67,53/bbl, brent 1,67% ke level USD 71,1/bbl. Harga batubara turun 2,05% ke level USD 155,3/ton, sedangkan nikel menguat 0,51% ke level USD 20.055/ton, dan harga emas terpantau flat di level USD 1.769/toz.
Bursa Asia ditutup menguat pada Jumat (3/12) pekan lalu. Kospi menguat 0,78%, Nikkei 1%, Hang Seng melemah 0,3% dan Shanghai menguat 0,9%. Indeks EIDO ditutup melemah 1,24%, sementara IHSG ditutup melemah 0,69% pada perdagangan ke level 6,538, dengan net sell sebesar Rp 527,6 miliar.
Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 429,5 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell investor asing sebesar Rp 98,1 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat MSIN (Rp 67,6 miliar), TLKM (Rp 51,8 miliar), dan HRUM (Rp 36,9 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 89,7 miliar), SMGR (Rp 58 miliar), dan ASII (Rp 46,6 miliar).
Terjadi penambahan 196 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (5/11) dengan tingkat positif sebesar 0,2% (tingkat pemulihan: 96,4%, kasus aktif: 7,526).
Pagi ini Kospi dibuka melemah 0,56% dan Nikkei dibuka 0,22%. “Kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan tren penurunan hari ini, seiring dengan melemahnya bursa global dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
