Jakarta, TopBusiness—Indonesia memiliki sebanyak 40 jenis tanaman atsiri dari 99 jenis ragam tanaman atsiri di dunia. Hal ini merupakan peluang dalam meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri melalui peran industri industri hilir minyak atsiri (IHMA).
Hal itu dikatakan Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, di Jakarta hari ini, melalui penjelasan tertulis untuk media massa.
Indonesia punya potensi besar untuk meningkatkan hilirisasi minyak atsiri dengan didukung ketersediaan bahan baku di dalam negeri. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan strategis guna memacu inovasi produk turunan dari minyak atsiri agar dapat dimanfaatkan masyarakat luas.
Saat ini sektor IHMA telah mampu mengolah minyak atsiri khususnya minyak serai wangi yang dapat dijadikan sebagai bioaditif bahan bakar minyak (BBM) diesel atau bensin.
“Selain menciptakan nilai tambah yang berlipat, upaya tersebut juga mendukung kebijakan substitusi impor terhadap BBM,” ia menambahkan.
