TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Diproyeksikan bakal Melemah

Agus Haryanto
14 December 2021 | 06:34
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (14/12/2021) diproyeksikan bakal melemah.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul Menantikan Pengumuman The Fed, IHSG Diperkirakan Melemah.

Semalam pasar AS ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 0,89%, S&P 500 0,91%, dan Nasdaq 1,39%. Investor memilih hati-hati sebelum pengumuman keputusan Fed terkait kebijakan tapering yang akan diumumkan minggu ini. Hal lain yang patut menjadi perhatian investor adalah pengumuman kebijakan The ECB, Bank of England, serta Bank of Japan untuk meretensi tingkat inflasi yang tinggi.

Pasar komoditas terpantau bergerak mixed Senin (13/12). Minyak WTI turun 0,27% ke level USD 71,00/bbl, Brent menguat 0,05% ke level USD 74,25/bbl. Harga batubara naik 0,31% ke level USD 164,25/ton, dan nikel melemah 0,40% ke level USD 19.752/ton, dan CPO melemah 0,44% ke level MYR 5.220/ton. Harga emas terpantau naik 0,17% ke level USD 1.787/toz.

Bursa Asia ditutup mixed kemarin. Kospi melemah 0,28%, Nikkei menguat 0,71%, Hang Seng melemah 0,17% sementara Shanghai naik 0,40%. Indeks EIDO ditutup menguat 1,02%, sementara IHSG ditutup 0,15% ke level 6.662, dengan penjualan tertinggi di pasar reguler dicetak oleh UNTR (Rp 73,5 miliar), TLKM (Rp 65,2 miliar), dan SMGR (Rp 59 miliar). Pembelian bersih asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 65 miliar), EMTK (Rp 32,5 miliar), dan BEBS (Rp 25 miliar). Top sector gainer adalah sektor transportasi, sementara yang menjadi top sector loser adlah sektor industrial estate. SMMA, EMTK, dan MASA menjadi top leading movers, sementara BBCA, TLKM, dan DCII menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   Indeks masih saja Menguat

Terjadi penambahan 106 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Senin (13/12) dengan tingkat positif sebesar 0,1% (tingkat pemulihan: 96,5%, kasus aktif: 4.974).

Pagi ini Nikkei dibuka flat 0,03%, sedangkan Kospi dibuka melemah 0,15%. “Kami memproyeksikan IHSG akan turun hari ini, seiring dengan melemahnya bursa global dan regional,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Indeks Alami Peningkatan Sedikit

Next Post

Anak Usaha DMMX Luncurkan Platform SIAP Sebagai e-Grosir Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR