Jakarta, TopBusiness—Dalam beberapa tahun ke depan, perusahaan berbasis teknologi akan dominan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu sehubungan dengan potensi ekonomi digital di Indonesia yang sangat bagus. Hal itu dikatakan oleh CEO Multipolar, Adrian Suherman, hari ini dalam konferensi pers secara virtual.
Adrian mengatakan bahwa, pada saat ini, ekonomi digital Indonesia sudah bernilai besar. Akan tetapi, sebenarnya belum semua potensi dari situ sudah tergarap.
“Saat ini, dari 270-an juta warga Indonesia, memang yang pengguna internet sudah 70%. Namun, yang melakukan transaksi online masih 6%. Jadi, potensi ekonomi digital Indonesia, masih terbuka lebar,” papar Adrian.
Tahun 2030, diperkirakan bahwa nilai transaksi digital Indonesia mencapai USD330 miliar. “Angka tersebut berarti naik lima kali lipat daripada yang sekarang.”
Kalau pemangku kepentingan ekonomi digital Indonesia berupaya keras menumbuhkan sektor tersebut, akan banyak impian yang bisa menjadi kenyataan.
Mengingat semua potensi tersebut, maka Multipolar hari ini mengumumkan transformasi identitas perusahaan. Yakni dari Multipolar menjadi MPC. “Di sini, MPC menjadi the corner stone investor for growth of the digital economy,” ia menjelaskan.
Adrian mengatakan bahwa, dalam transformasi itu, yang berlangsung tidak hanya pengubahan logo dan identitas. Tetapi juga dalam pilar bisnis.
