Jakarta, TopBusiness — PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) direncanakan siap menggeber pembangunan tiga tol di tahun depan. Salah satu yang siap dikebut adalah jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisemdawu).
Perseroan sendiri siap menggarap tiga seksi jalan tol Cisumdawu yaitu Seksi 4: Cimalaka-Legok, Seksi 5: Legok-Ujung Jaya, dan Seksi 6: Ujung Jaya-Dawun.
Untuk itu, perseroan siap mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (Capex) mencapai Rp11 triliun.
“Capex Rp11 triliun itu untuk penyelesaian beberapa proyek jalan tol dan paling besar ke sana untuk pembangunan tol Cisumdawu. Alokasi untuk penyelesaian tol Cisamdawu dengan nilai Rp8,4 triliun,” ujar Direktur Independen CMNP, Hasyim di acara paparan publik, di Jakarta, Rabu (15/12/2021).
Sumber pendanaan sendiri diraih dari kas internal yang memiliki likuiditas bagus dan pembiayaan dari perbankan.
“Ekuitas kita sendiri cukup kuat mencapai Rp10,7 triliun. Dengan angka itu kami bisa rising fund mencapai Rp22 triliun. Apalagi saat ini loan CMN sudah lunas semua,” jelasnya.
Untuk diketahui, beberapa utang perseroan sudah lunas semua dan hanya tersisa beberapa utang milik anak usaha seperti yang di Surabaya senilai Rp400 miliar. Maka tak aneh jika rasio DER CMNP terus membaik. Di 2020 di posisi 0,43 dan di 2021 hanya 0,09. Tahun depan diproyeksi naik lagi ke 0,48.
“Sudah ada beberapa perbankan yang kita dekati (untuk loan). Terutama untuk menggarap tol Cisumdawu. Nilainya kemungkinan di Rp5,5 triliun dari sindikasi masuk capex tahun depan,” ujar dia.
Selain tol Cisumdawu, CMNP juga bakal menggenjot pembangunan tol Depok-Antasari (Desari) untuk seksi 3: Sawangan-Bojonggede dan Seksi 4: Bojonggede-Salabenda.
Adapun tol ketiga adalah Harbour Road II Elevated. Pembangunan tol ini, kata dia, bertujuan untuk menambah kapasitas dari Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono section Harbour Road I existing yang saat ini telah over capacity. Sehingga mengakibatkan beban kemacetan cukup tinggi.
“Dengan kondisi JORR-1 telah beroperasi dan JORR-2 akan segera mulai beroperasi, maka diperlukan penambahan jaringan jalan tol baru terutama dari sisi utara Jabodetabek agar distribusi pergerakan kendaraan dapat lebih optimal,” paparnya.
Saat ini, proyek HBR 2 masih dalam tahap persiapan dan pembersihan ruas untuk dapat dilakukan pekerjaan konstruksi. “Rencananya akan operasi pada tahun 2024 dengan investasi Rp15,9 triliun,” pungkas dia
