Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia (BI) mencatat adanya pertumbuhan kredit perbankan pada November 2021 untuk menjadi sinyal pemulihan dunia usaha . Berdasarkan data, Intermediasi perbankan terus membaik dengan pertumbuhan kredit sebesar 4,73 persen (yoy).
Gubernur BI, Perry Warjiyo menjelaskan, pertumbuhan kredit lebih merata pada semua jenis penggunaan, baik kredit modal kerja, kredit investasi maupun kredit konsumsi, yang masing-masing tumbuh 5,38 persen (yoy), 4,30 persen (yoy), dan 4,11 persen (yoy).
Dari sisi sektoral, pertumbuhan kredit juga lebih broad based di hampir seluruh sektor perekonomian dan UMKM, mengindikasikan meningkatnya permintaan kredit sejalan dengan pemulihan aktivitas dunia usaha.
“Dari sisi penawaran, Bank Indonesia terus menempuh kebijakan makroprudensial longgar, sementara perbankan menurunkan standar penyaluran kredit seiring dengan menurunnya persepsi risiko kredit,” ujar Perry di Jakarta seperti dikutip Jumat (17/12/2021).
Diterangkan ketahanan sistem keuangan tetap terjaga dan fungsi intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan secara bertahap. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio / CAR) perbankan Oktober 2021 tetap tinggi sebesar 25,30 persen, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan / NPL) tetap terjaga, yakni 3,22 persen (bruto) dan 1,02 persen (neto).
Menurut Perry, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lainnya di sektor keuangan untuk mendorong lebih lanjut peningkatan kredit dan pembiayaan perbankan kepada dunia usaha. Terutama dari sisi permintaan sejalan dengan meningkatnya kegiatan ekonomi.
