TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Geo Dipa Energi Laksanakan Program Pemerintah Derisking

Albarsyah
24 December 2021 | 09:47
rubrik: Business Info
Geo Dipa Energi Laksanakan Program Pemerintah Derisking

Jakarta, TopBusiness – Dengan terbangunnya  Perjanjian Kerjasama dengan Badan Geologi Kementerian ESDM dan PT Geo Dipa Energi (Persero) untuk meningkatkan percepatan pengembangan Panas Bumi Indonesia menuju Visi Indonesia 2045. 

Indonesia diperkirakan memiliki lokasi hampir sepertiga sumber daya panas bumi dunia dengan potensi terbesar. Bisa dikatakan Panas Bumi merupakan energi khas Indonesia.  Namun hingga saat ini (Mei 2020 – 2131 MW) baru sekitar 8% dari potensinya yang ekivalen sekitar 24 GW yang baru dimanfaatkan.  Oleh karena itu, BUMN satu-satunya yang fokus di Geothermal bersama pemwerintah cq. EBTKE dan Bada Geologi Kementerian Energi RI harus berupaya besar dalam mempromosikan regulasi pengembangan Geothermal

PT Geo Dipa Energi (Persero) sebagai BUMN yang fokus dalam pengembangan Energi Terbarukan Panas Bumi Indonesia di bawah pengawasan Kementerian Keuangan sedang melaksanakan program pemerintah Derisking, atau yang disebut Penyediaan Dukungan Pengembangan Panas Bumi Melalui Mitigas Risiko Eksplorasi Menggunakan Dana Pembiayaan Infrastruktur Sektor Panas Bumi Pada Perusahaan Perseroan (PERSERO), PT Sarana Multi Infrastruktur. 

Pemerintah melaksanakan hal ini dalam upaya mempromosikan regulasi pengembangan dan inisiatif dalam Road Map of 18 GW Geothermal Development 2021-2060.  PLTP akan mendukung Listrik Hijau di Nusantara, termasuk peningkatan perusahaan dalam manajemen kontrak dan proyek, serta manajemen mitigasi dampak sosial dan lingkungan, semuanya dengan pertimbangan partisipasi kaum gender dan meningkatkan social issue. 

Ditegaskan Direktur utama PT GDE, Riki Firmanda Ibrahim,  keberadaan PLTP sudah dapat dipastikan akan meningkatkan program pengembangan masyarakatnya agar lebih strategis dalam menanggapi kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan perempuan. 

“Penekanan kuat pada penilaian dan manajemen risiko lingkungan dan sosial mencerminkan kepedulian dunia terhadap proyek-proyek sektor energi hijau di Indonesia, dimana masalah-masalah seperti itu telah menghambat pengembangan proyek efisien dan berkelanjutan. Keberadaan proyek ini akan meningkatkan program pengembangan masyarakatnya agar lebih strategis dalam menanggapi kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan perempuan”, tegas Riki kepada TopBusiness.id.

BACA JUGA:   Dana Asing Mulai Keluar, Kapitalisasi Pasar IHSG Turun ke Rp5669 Triliun

Sementara itu, lanjut Riki, Energi Terbarukan Panas Bumi tidak dapat di ekspor. Karena itu merupakan sebuah investasi berkelanjutan yang sangat strategis karena memproduksi energi bersih yang mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil di sistem ketenagalistrikan. 

Apabila dikonversikan, kapasitas kedua pembangkit listrik 55 MW setara dengan jumlah 18 Juta Bbl BBM untuk 25 tahun (2.000 barrel per hari selama 25 tahun).  Belum lagi ditambah dengan perhitungan lonjakan energi fosil, setelah COVID-19 nanti, yang melekat dalam pasar dunia serta dampak tuntutan dunia terhadap lingkungan dan perubahan iklim.  Sudah dapat dipastikan rata-rata sumur geothermal dapat bermanfaat selama 30 tahun atau lebih, maka bisa disimpulkan proyek ini walaupun energi primernya tidak dapat di ekspor namun memberikan investasi yang menguntungkan, karena stabil, dapat diprediksi dan memiliki dampak positif lingkungan yang akan mendatangkan pendanaan yang lebih menarik hingga beberapa dekade mendatang.

Pengembangan PLTP selaras dengan tujuan jangka panjang Indonesia untuk energi bersih, dengan fokus pada reformasi kebijakan, pengembangan pembangkit listrik berkelanjutan, dan investasi jaringan. Proyek ini juga diselaraskan dengan beberapa prioritas operasional strategi 2030 hingga mencapai 2060, komitmen Net Zero Emission (NZE). 

Dalam pemanfaatan lahan, Proyek Geothermal hanya membutuhkan wilayah kerja yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan pembangkit listrik lain, hal ini terlihat pada diagram Land Occupied Vs. Technology. 

“Dengan lahan yang relatif kecil, PLTP justru akan memberikan manfaat yang besar terutama dalam peningkatan ekonomi di masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitar lokasi operasi. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi menghasilkan emisi karbon hampir nol dan mengeluarkan polusi udara yang sangat sedikit sekali hanya menghasilkan sekitar 5% karbondioksida, 1% sulfurdioksida, dan kurang dari 1% nitrogendioksida dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga batu bara. Geothermal menyediakan listrik yang stabil sebagai Base Load mendukung jaringan listrik di Nusantara dengan ramah lingkungan dan akan berkontribusi untuk mencapai target Energi Terbarukan Indonesia serta mengurangi emisi GRK di Indonesia dan secara global”, jelasnya.

Previous Post

Saham Produsen Film Ini Pas Dibeli Hari Ini

Next Post

9 Perusahaan Tekstil Investasi Puluhan Triliun Rupiah!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR