Jakarta, TopBusiness—Direktur ICDX, Nursalam, dalam pembukaan perdagangan tahun 2022 pagi ini, mengatakan bahwa pada tahun 2021, pihaknya bisa mencatatkan nilai transaksi melebihi Rp6.900 triliun.
“Itu merupakan prestasi yang cukup baik. Sudah tentu bahwa, yang akan datang, capaian yang lebih baik, diharapkan bisa terjadi,” kata Nursalam dalam pembukaan yang berlangsung secara virtual tersebut.
Nursalam memaparkan sejumlah strategi ICDX untuk tahun 2022. Satu di antara hal tersebut adalah mengembangkan kontrak multirateral, yang memang sudah berjalan dalam beberapa waktu belakangan.
“Memang, untuk kontrak multilateral, tertinggal daripada jenis kontrak lain di ICDX,” kata dia.
Beberapa waktu yang lalu, ICDX sudah meluncurkan kontrak multilateral untuk emas, minyak, dan valas (valuta asing). Itu diluncurkan dengan pertimbangan lebih mudah dipahami oleh publik.
“Hasilnya, untuk tahun 2021, ada kenaikan sebanyak 55% untuk kontrak multilateral di ICDX,” Nursalam menambahkan.
Kontrak multilateral untuk emas, minyak, dan valas tersebut, umumnya berukuran kecil. “Dengan demikian, risikonya pun lebih terukur.”
