TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diperkirakan Alami Penurunan Poin

Agus Haryanto
5 January 2022 | 07:33
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga akhir perdagangan diperkirakan akan catat penurunan poin.

Dalam daily research report yang dipublikasikan oleh Samuel Research Team via Samuel.co.id, hari ini, terlihat tema Sentimen Global dan Regional, IHSG Diperkirakan Terkoreksi.

Pada penutupan Selasa lalu (4/01/2022), pasar AS bergerak cenderung melemah. Dow Jones meningkat 0,59% akibat dorongan sektor perbankan dan industrial, sedangkan S&P 500 turun 0,06%, dan Nasdaq melemah 1,33%. 

Beberapa katalis yang diperhatikan investor AS antara lain, mulai masuknya investor ke dalam pasar saham, namun akan sedikit terjegal akibat aktivitas manufaktur dari AS yang berlandaskan dari data manufacturing PMI yang turun menjadi 57,7 di bulan Desember. 

Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung menguat pada Jumat lalu. Minyak WTI menguat 1,46% ke level USD 77,19/bbl, Brent 0,2% ke level USD 79/bbl. Harga batubara melemah 7,13% ke level USD 157,5/ton, sedangkan nikel menguat 1,76% ke level USD 21.122 dan CPO meningkat 1,94 ke level MYR 5.259. Harga emas terpantau meningkat 0,3% di level USD 1.806/toz.

Bursa Asia bergerak cenderung menguat Selasa lalu. Kospi menguat 0,02%, Nikkei 1,77%, Hang Seng 0,06%, sedangkan Shanghai melemah 0,2%. 

Sementara IHSG ditutup menguat 0,45% pada perdagangan Selasa (04/01) ke level 6,695, dengan net sell sebesar Rp 546,6 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net buy Rp 40,3 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell Rp 586,9 miliar. 

Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 113 miliar), BMRI (Rp 84.7 miliar), dan ARTO (Rp 78.6 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak ADRO (Rp 156,8 miliar), BBYB (Rp 41 miliar), dan TLKM (Rp 26,4 miliar). Top leading movers adalah BBHI, BBCA, dan BUKA, sedangkan MASA, BBRI, dan MDKAmenjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   IHSG Dibuka Menanjak ke Level 6.111

Terjadi penambahan 299 kasus baru COVID-19 pada Selasa (04/01) dengan positive rate sebesar 0,1% (recovery rate: 96.5%, kasus aktif: 4,658).

Pagi ini Kospi dibuka melemah 0,41% dan Nikkei 0,07%. “Kami memperkirakan IHSG cenderung terkoreksi hari ini, seiring dengan sentimen pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Telkom Ambil Alih Saham Sigma Tata Sadaya dan Inbreng Hyperscale Data Center

Next Post

Biznet Gio Besut Edge Computing; Sabet 4 Sertifikat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR