Jakarta, TopBusiness – Lembaga Kajian Nawacita atau LKN mendukung penuh terhadap Goenardjoadi Goenawan, MM atas peluncuran bukunya “Jendral Kekaryaan”.
Selain, LKN mendorong agar sumber daya manusia (SDM) yang tentunya mempunyai jiwa kepemimpinan, berintegritas dan populis bisa menjadi pemimpin bangsa. Sehingga, tercapai Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang.
Ketua Umum LKN, Samsul Hadi, saat diwawancarai sejumlah awak media, menyatakan bahwa dirinya mempunyai harapan besar agar pemimpin di masa yang akan datang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Kita memiliki banyak SDM unggul di Indonesia, semoga pempimpin mendukung penuh program-program yang kita laksanakan untuk mencapai Indonesia Emas Tahun 2045,” kata dia dalam acara Bedah Buku & Pra Deklarasi Komunitas Warga Desa, di de CENTER Jl. Iskandarsyah II/91 Kebayoran Baru-Jakarta, Rabu (5/01/2022).
Dirinya juga mendorong dan berinisiasi atas terbitnya Buku “Jendral Kekaryaan”. Sehingga menjadi sumber referensi bagi pemangku kepentingan. “Buku ini ditulis oleh Goenardjoadi Goenawan atas inisiatif dari saya selaku Ketua LKN,” ujar dia.
Terkait Pra Deklarasi Komunitas Warga Desa, LKN sangat apresiasi untuk terwujudnya Komunitas Warga Desa. Komunitas Warga desa adalah wadah perjuangan warga desa untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan membanggakan.
Menurut Samsul Hadi, kepengurusan sedang disusun dan dimatangkan. Untuk sementara Ketua Umum dan Sekjen masing-masing dijabat oleh Samsul Hadi dan Kunto Hermansaputro.
Komunitas Warga Desa memiliki visi “Desa adalah kita”. Sementara misi “Mewujudkan tata kehidupan desa yang produktif, inovatif, sejahtera dan membanggakan”.
Komunitas Warga Desa mempunyai program aksi adalah pemberdayaan warga melalui kegiatan-kegiatan yang dapat memperluas peluang usaha dan menciptakan kesempatan kerja.
Menurut Samsul Hadi, hadirnya UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, semestinya mampu menepis ekses-ekses negatif, ternyata juga tak memiliki pengaruh signifikan. Desa tetaplah menjadi Desa yang sebagian warganya nelongso atas keterbatasan dan kemiskinan. Desa tidak pernah memenangkan dirinya sendiri dan didesain dengan penuh ketergantungan.
Untuk itu, lanjut Samsul Hadi, keberadaan wadah Komunitas Warga Desa menjadi sangat penting, terlebih dengan adanya era digital. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi terbentuknya Komunitas Warga Desa, sebab sejatinya Indonesia adalah kumpulan 74.957 desa.
Foto: Rendy MR
