TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Berpeluang Lanjutkan Pelemahan

Agus Haryanto
11 January 2022 | 05:50
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (11/01/2022) berpeluang melanjutkan pelemahan.

Dalam laman samuel.co.id, tim riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, mengambil judul Minim Sentimen, IHSG Diperkirakan Melanjutkan Pelemahan.

Bursa AS ditutup bervariasi semalam. DJIA melemah 0,45% ke level 36.068, begitu juga S&P500 (-0,14%) sementara Nasdaq berhasil menutup sesi dengan kenaikan tipis 0,05% setelah sebelumnya sempat turun lebih dari 2%, sekaligus memutus tren negatif yang sudah berlangsung selama empat hari perdagangan terakhir. Dari kebijakan moneter AS, Goldman Sachs memproyeksikan bahwa The Fed akan menaikkan tingkat suku bunganya hingga empat kali tahun ini, lebih banyak dari perkiraan sebelumnya (tiga kali), seiring dengan kuatnya tekanan inflasi dan makin sempitnya lapangan kerja.

Dari pasar komoditas, harga minyak WTI dibuka melemah tipis 0,6% sementara emas menguat 0,22%.

EIDO ditutup turun 0,26%, sementara IHSG melemah 0,15% pada Senin (10/1) ke level 6.691 dengan BBHI, ADMR dan AGRO sebagai top leading movers. Net buy asing di pasar reguler terpantau mencapai Rp 339,1 miliar. Saham yang mencatatkan nilai net buy tertinggi adalah ARTO (Rp 204,1 miliar), BBCA (Rp 32,8 miliar), dan INDF (Rp 30,7 miliar), sementara net sell asing tertinggi dicetak oleh BUKA (Rp 61,9 miliar), ANTM (Rp 22,2 miliar), dan BBYB (Rp 13 miliar).

Sebanyak 454 kasus COVID-19 baru dilaporkan di Indonesia kemarin (10/1) dengan daily positive rate mencapai 0,3% (recovery rate: 96,5%, kasus aktif: 6.311).

“Kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah hari ini, seiring dengan minimnya sentimen global dan domestik. Diperkirakan saham-saham perbankan masih akan mendominasi pasar hari ini, sementara arus masuk modal ke saham komoditas kemungkinan akan lebih terbatas,” demikian tertulis.

BACA JUGA:   Kinerja Pertamina Kuartal I, Positif

Foto: Rendy MR

Previous Post

Saat Harga Kopi Dunia Naik dan Permintaan Melonjak, LPEI Kebut Kembangkan Desa Devisa

Next Post

IHSG Terpantau Menguat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR