Jakarta-Thebusinessnews.Kondisi ekonomi pada 2016 masih menjadi tanya besar apakah ada awan yang lebih tebal dibanding 2015?. Namum Bank Tabungan Negara ( BBTN ) berharap bisa menembus lagi awan tebal dan angin kencang di 2016
“ Kami siap hadapi jika ekonomi kembali bergejolak dan melemah di tahun depan,” ucap Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN ) di Jakarta, 29 December 2015.
Dia menambahkan, jika dampak buruk perekonomian global kembali menghantam ekonomi domestik, tingkat likuiditas perseroan diyakini mampu menopang kondisi terburuk di 2016. “Kami akan tetap pertahankan LDR (loan to deposit ratio) di kisaran saat ini (105,71 persen),” kata Maryono.
Selain itu, jelas dia, dalam upaya memuluskan fase tinggal landas di 2016, Bank BTN akan fokus pada lima aspek penguatan pendanaan yakni pengembangan produk tabungan, pengembangan kapasitas teknologi informasi, supply rumah melalui kredit konstruksi, sumber daya manusia dan menyederhanakan proses bisnis.
“Kenapa kinerja kami lebih baik dan lebih maju dari yang lain? Karena, kami telah melakukan transformasi sejak pertengahan 2013. Dan, kami tetap konsisten untuk membiayai kredit perumahan,” katanya.
Dia menambahkan, pada 2016 pihaknya akan meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga keuangan asing. “Selain kita sudah menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), kami juga satu-satunya BUMN dengan GCG terbaik di Asean,” ujar Maryono.(az)