TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Bisa Alami Tekanan

Agus Haryanto
19 January 2022 | 07:14
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (19/01/2022), bisa mengalami tekanan.

Dalam laman samuel.co.id, tim riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, mengambil judul IHSG Diperkirakan Melemah Seiring Penurunan Bursa Global.

Bursa AS ditutup turun cukup dalam pada Selasa (18/1). Dow Jones turun 1,51%, S&P 500 1,84%, dan Nasdaq 2,6%. Pergerakan pasar antara lain dipengaruhi oleh kenaikan yield UST 10Y ke angka 1,86% (+5,25%), angka tertingginya sejak Januari dan anjloknya saham Goldman-Sachs hingga hampir -7%, setelah emiten perbankan tersebut melaporkan kinerja 4Q21 yang lebih rendah dari estimasi.

Pasar komoditas terpantau bergerak mixed pada Selasa (18/1). Harga minyak WTI naik 1,34% ke level USD 85,43/bbl, Brent naik 2,42% ke level USD 88,57/bbl. Harga batubara turun 0,97% ke level USD 214,9/ton, nikel turun 0,29% ke level USD 22.245 /ton dan emas juga terpantau turun 0,36% ke level USD 1.812,4/toz.

Bursa Asia ditutup mixed pada Selasa (18/1). Nikkei dan Hang Seng masing-masing ditutup turun 0,3% dan 0,4%, sementara Shanghai naik 0,8%. Indeks EIDO ditutup turun 2,66%, dan IHSG 0,47% ke level 6.614,1. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 169,7 miliar di pasar reguler, sementara di pasar negosiasi tercatat jual bersih asing sebesar Rp 59,4 miliar.

Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 177,1 miliar), ADRO (Rp 91 miliar), dan AGRO (Rp 69,5 miliar), sementara net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBNI (Rp 95,9 miliar), BBCA (Rp 66,6 miliar), dan ANTM (Rp 57,9 miliar). TLKM, BBHI, dan TPIA menjadi top leading movers, sementara BBCA, EMTK, dan BBRI menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   Segmen Panas Bumi Kuat, BREN Kantongi Laba Bersih Capai USD 132 Juta

Terjadi penambahan 1.362 kasus baru COVID-19 di Indonesia kemarin dengan positive rate sebesar 0,7% (recovery rate: 96,4%, kasus aktif: 9.564).

Pagi ini pasar Asia dibuka merah dengan Kospi turun 0,82% dan Nikkei 1,51%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini, mengikuti pergerakan negatif bursa global dan regional,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Emiten TAYS Tarik Produk dari Aerofood ACS usai Foto Kaesang di Bungkus TRICKS Viral

Next Post

IHSG Minus di Pembukaan Perdagangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR