Jakarta, TopBusiness – Kalangan pelaku usaha perhotelan optimistis kondisi pariwisata, khususnya hotel dan restoran di tahun 2022 akan lebih baik dibandingkan 2021. Adanya Covid varian omicron dinilai sebagai masa transisi dari pandemi menjadi endemi, sehingga efeknya tidak berlangsung lama.
“Adanya varian baru Covid yaitu omicron memang sedikit mengganggu pada awal tahun ini. Tapi kami meyakini, omicron ini sebagai transisi dari pandemi menjadi endemi, sehingga kami harap efek omicron ini tidak berlangsung lama. Kalau pandemi sudah menjadi endemi, harapannya kegiatan masyarakat akan kembali normal,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani dalam Rakerda PHRI DKI Jakarta, seperti dikutip Kamis (20/1/2022).
Menurut Hariyadi, posisi Indonesia sebetulnya lebih diuntungkan karena memiliki pasar domestik yang besar di tengah adanya berbagai pembatasan kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman). Hal ini juga menjadi salah satu sorotan dalam pertemuannya dengan Asean Hotel and Restaurant Association.
“Indonesia sangat diuntungkan oleh adanya wisatawan nusantara, di mana wisatawan domestik ini ternyata sanggup menyangga secara umum dari kondisi sektor pariwisata kita, khususnya hotel dan restoran. Walaupun kondisinya berbeda dengan sebelum pandemi, tetapi dibandingkan negara-negara lain, kondisi kita lebih baik karena tertolong oleh wisatawan domestik,” ungkap Hariyadi.
Sebab itu, Hariyadi mendorong pelaku usaha pariwisata khususnya hotel dan restoran agar memberikan perhatian yang lebih kepada wisatawan domestik.
