Jakarta, TopBusiness – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) berkontribusi dalam peningkatan ekonomi daerah lewat pembangunan dan pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung di Provinsi Lampung dan Tol Pekanbaru – Dumai di Riau.
Walaupun sempat didera pandemi Covid 19 sejak 2020, namun pertumbuhan positif ekonomi daerah di Sumatra mulai tampak pada pertengahan 2021 hingga triwulan III.
Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 3,78% (YoY). Hal ini didorong oleh pemulihan ekonomi global yang kuat, khususnya di negara-negara mitra dagang dan juga konsumsi dalam negeri yang mulai menggeliat.
“Pada provinsi di mana ruas JTTS telah beroperasi, pemulihan ekonomi dapat terlihat dari telah tumbuhnya realisasi lalu lintas harian kendaraan yang melintasi jalan tol pada tahun 2021 jika dibandingkan pada tahun 2020,” ujar Koentjoro kepada TopBusiness.id.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa bangkitnya lalu lintas kendaraan ini juga linier jika dilihat secara pertumbuhan makro ekonomi. Di Provinsi Lampung misalnya, di mana Ruas Tol Bakauheni – Terbanggi Besar berada, pada Triwulan III 2021 mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 3,05% (YoY). Realisasi pertumbuhan tersebut tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan III 2020 yang tercatat terkontraksi 2,41% (YoY).
“Selain di Lampung, pertumbuhan ekonomi yang lebih besar juga terjadi di Provinsi Riau, dimana terdapat Ruas Tol Pekanbaru – Dumai yang dikelola perusahaan. Pada triwulan III 2021 perekonomian Riau tumbuh 4,10% (YoY), melanjutkan pertumbuhan positif sejak triwulan I 2021,” imbuh Koentjoro.
Ia juga menjelaskan bahwa JTTS yang dibangun dan dioperasikan perusahaan memiliki peran yang cukup besar dalam pemulihan ekonomi terutama dalam hal peningkatan konektivitas transportasi. Dengan tersambungnya simpul-simpul pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera, waktu tempuh dan biaya logistik akan mengalami penghematan yang cukup signifikan.
“Sebagai contoh, dengan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar yang telah tersambung dengan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, waktu tempuh dari Bakauheni di Provinsi Lampung menuju Palembang di Provinsi Sumatera Selatan mengalami penghematan selama 5 jam. Selain itu, dengan beroperasinya Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 132 km sejak September 2020, penghematan waktu tempuh yang dapat dihemat hingga 3-4 jam,” terangnya.
JTTS yang menghubungkan Pulau Jawa menuju Pulau Sumatra juga memberikan manfaat yang signifikan bagi berbagai industri salah satunya menguntungkan industri logistik dengan memperlancar jalur logistik antar-wilayah sehingga proses pendistribusian barang menjadi lebih cepat dan memangkas biaya angkutan yang dikeluarkan, dari sisi industri pariwisata juga sangat terbantu karena JTTS ini dapat mempermudah akses wisatawan menuju destinasi yang dituju yang ada di Pulau Sumatera.
Hal ini sesuai dengan cita-cita dibangunnya JTTS untuk pertumbuhan inklusif. Secara perlahan sektor perdagangan, hotel, dan restoran mulai berbagi peran dengan sektor manufaktur dan perkebunan ke depannya akan tumbuh di sekitar JTTS.
“Peningkatan mobilitas masyarakat antarkota dan desa juga diyakini ke depannya akan semakin meningkat, karena JTTS telah menghubungkan perkotaan dan pedesaan dalam suatu aglomerasi kesempatan kerja yang memberikan akses pada penduduk untuk meningkatkan kesejahteraannya,” jelas Koentjoro.
LHR
Sebagai salah satu bagian dari aktivitas perekonomian, ekonomi kreatif juga memerlukan dukungan pembangunan infrastruktur. Agar dapat tumbuh dari skala UMKM menjadi skala industri, maka ekonomi kreatif memerlukan konektivitas antarwilayah. Transaksi jual-beli, jejaring usaha yang akan dibentuk serta perluasan pasar mutlak memerlukan dukungan infrastruktur, terutama infrastruktur jalan dan transportasi.
“Pada titik inilah peran JTTS menjadi vital bagi pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung. Dengan adanya jalan tol, mobilitas penduduk akan meningkat, terjadi penurunan pada biaya distribusi barang dan jasa serta makin cepatnya arus distribusi barang dan jasa. Biaya transportasi yang selama ini menjadi komponen biaya yang cukup besar dalam biaya logistik barang dan jasa tentu dapat ditekan dengan adanya jalan tol,” terang Koentjoro.
Kedua aspek dukungan di atas, dukungan kelembagaan dan infrastruktur, bila bersinergi akan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kreatif. Untuk dapat memberikan sumbangan yang lebih signifikan dalam perekonomian di Provinsi Lampung, ekonomi kreatif harus didorong menjadi skala usaha yang lebih besar dari skala UMKM menjadi skala industri.
Komitmen ini juga ditunjukkan Hutama Karya melalui fasilitas yang diberikan untuk UMKM di sekitar JTTS. “Sejak awal Hutama Karya mewajibkan setiap ruas tol untuk mengakomodir 30 persen lahan di rest area untuk UMKM dan memberikan harga sewa yang 50 persen jauh lebih rendah dari harga tenant komersial agar masyarakat sekitar JTTS mendapatkan kesempatan untuk menjalankan usahanya.
Di samping itu, LHR di JTTS yang semakin membaik utamanya pada Desember 2021 juga berdampak pada peningkatan ekonomi disana khususnya pengunjung UMKM di Rest Area,” tutup Koentjoro, Direktur Operasi III Hutama Karya.
