Jakarta, TopBusiness—Para influencer sosial media Linked-in tergerak untuk berkumpul bersama dalam acara tatap muka nasional Influencer linked-In pada Rabu, 02 Februari 2022 di Saung Dolken Resort, Sentul, Bogor.
“Dari data yang ada, pengguna linked-in seluruh dunia saat ini sudah mencapai 740 juta pengguna, sekitar 21 juta penggunanya berasal dari Indonesia. Linked-In salah satu platform sosial media yang didalamnya terdiri dari para professional dari segala bidang,” kata Deputi CEO Mili, Erick Yoachim, salah satu pemprakarsa acara itu bersama Syarea World, dalam keterangan pers hari ini.
Dalam acara itu, motivator Syamsul Safin menjelaskan bahwa perkembangan web 3.0 ternyata berdampak pada ketersediaan lapangan pekerjaan. Pasalnya ketersediaan sumber daya manusia (SDM) telah digantikan oleh teknologi digital.
Berkurangnya lapangan pekerjaan juga berimbas pada pencari kerja. Sulitnya mendapatkan pekerjaan membuat para pencari kerja ini banting setir membuka usaha. Pada akhirnya bermunculan start up baru yang mencoba untuk membuat usaha dengan menitik beratkan pada pendanaan ataupun investasi yang disebut Unicorn.
Hanya tidak mudah membuat usaha tersebut, Ada beberapa contoh perusahaan startup yang bangkrut atau tutup, sebut saja Fabelio (market place furnitur), Valadoo (situs e-commerce yang bergerak di bidang perjalanan wisata), Sorabel (e-commerce produk pakaian), dan masih banyak lagi.
Penyebabnya perusahaan startup bangkrut adalah karena kehabisan modal di tengah jalan usaha. “Ini yang dinamakan ‘bakar uang’,” kata Syamsul.
