Jakarta, TopBusiness—Dampak hybrid working saat Covid-19 terhadap perusahaan adalah bahwa dengan diterapkannya sistem itu, kebutuhan akan ruang kantor akan berkurang, yang juga akan mempengaruhi konsumsi energi dan biaya lainnya.
“Efisiensi dari hal tersebut dapat dialokasikan untuk hal-hal yang lebih berkualitas untuk meningkatkan kinerja para karyawan,” kata Christina Ng, Head of Facilities Management Colliers Indonesia, dalam analisis yang dipublikasikan siang ini.
Sementara itu, dampak terhadap gedung terletak pada kebutuhan dan penggunaan utilitas bangunan, yang seharusnya menyesuaikan dengan peningkatan dan penurunan beban hunian agar dapat mencapai efisiensi operasional.
Pengurangan kebutuhan ruang kantor akan mempengaruhi konsumsi energi pada gedung, dan beberapa kendala kemungkinan yang sering dialami dalam penggunaan Heating Ventilation and Air Conditioner (HVAC) system.
Apa antisipasi yang dapat dilakukan, baik bagi perusahaan maupun pengelola gedung kantor, dengan adanya sistem hybrid work?
Christina mengatakan bahwa bagi perusahaan, tim Facilities Management harus dapat memperkirakan apa yang bisa dijadikan acuan atau solusi. Hal tersebut sangat penting bagi praktisi Facilities Management untuk terus menganalisis kebutuhan ruang serta teknologi yang optimal untuk saat ini maupun di masa depan, terutama yang ditujukan untuk mengoptimalkan kinerja karyawan.
Sementara itu, pada gedung, dengan perubahan hybrid dan kondisi persaingan yang semakin kompetitif, efisiensi operasional akan menjadi sangat penting.
“Dengan metode kerja yang memungkinkan untuk memprediksi beban gedung yang lebih akurat, dapat memungkinkan efisiensi, terutama dalam penggunaan energi, dan diupayakan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja layanan dan keuangan pengelola,” kata dia.
